Minggu, 30 April 2017

Menyoal Keberadaan BUMDes Dan Solusinya.

Sumber Gambar : mediawarga.com
BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa, belakangan ini menjadi bahasan hangat. Utamanya bagi mereka yang mengamati perkembangan Desa. Keberadaa BUMDes di Desa seakan dipaksakan. Seluruh Pendamping Desa apakah itu PDP  -Pendamping Desa Pemberdayaan-  atau PLD  -Pendamping Lokal  Desa- diberi target waktu. Agar, pada desa dampingannya, keberadaan BUMDes segera terbentuk. Dapat ditarik Kesimpulan, untuk keberadaan sebuah BUMDes, apapun dilakukan.
Pertanyaannya, sudah tepatkah langkah yang dilakukan?
Sebab, kegagalan dalam merealisasikan kebijakan yang sekilas nampak terlihat baik itu. Akibatnya, justru akan menjadi kontra produktif. Menjadi musibah pada desa, juga pada masyarakat desa dan ujung-ujungnya pada Negara.
Untuk menghindari hal-hal diatas, maka tulisan ini dibuat. Prinsipnya, tak ada satupun program atau rencana kerja yang betul-betul sempurna. Oleh karenanya, selalu terbuka peluang untuk menyempurnakan dan mengisi sisi-sisi kosong. Bahkan, bisa jadi oleh para pembuat program itu sendiri, tidak mereka sadari keberadaan sisi kosong yang dimaksud.

Sabtu, 29 April 2017

Embung Desa Bagian Dari Pengelolaan Air Desa

Sumber Gambar : backpackology.me

Mulai Tahun depan, setiap desa di Indonesia diwajibkan memiliki embung tadah hujan. Demikian dikatakan Mentri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Mataram, Lombak, Nusa Tenggara Barat, Rabu 23 November 2016 (Tempo.Co).
“Hal yang wajib pada tahun depan, desa harus buat embung sama BUMDes, sisanya infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat” lanjut Eko Putro, usai mengiktui acara pembukaan Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Nasional 2016.
Pertanyaan sekarang, apakah Embung itu? Karena, dalam bahasa daerah, dimana saya tinggal, Embung berarti “tidak mau” atau sesuatu yang ditolak. Untuk lebih mengenal tentang Embung, maka tulisan dibuat.
Embung dimaksud sebagai tempat penampungan air yang berfungsi untuk menampung air ketika musin hujan dan menyalurkan air yang ditampung ketika musim kemarau.