Kamis, 08 Desember 2016

Lakukan Ini Ketika Marah

Ilustrasi marah (sumber gambar google)
Semua kita pernah marah, karena marah naluri manusia yang bisa datang dimana saja dan kapan saja. Alasan untuk marahpun bermacam-macam, ada yang karena merasa tersinggung, harga dirinya merasa dilecehkan. Sehingga untuk mengangkat harga diri yang terlanjur dilecehkan, maka kita marah, atau untuk membela diri sehingga marwah diri dan keluarga atau negara dapat dipertahankan.
Tetapi apakah benar, marah diperlukan? Dalam skala kecil, jawabannya mungkin iya, tetapi, sebenarnya lebih banyak merugikan kita dibanding manfaat yang akan kita dapat. Ketika marah tiba, control diri berkurang jauh, banyak hal yang sifatnya merugikan terjadi. Namun, satu hal yang pasti, kemampuan mengontrol diri, menunjukkan kualitas manusia itu sendiri.
Marah banyak sekali menimbulkan perbuatan yang dilarang secara moral bahkan sampai pada taraf melanggar hukum. Pelanggaran secara moral, seperti mencaci maki, mengeluarkan kata-kata kotor, dan sejumlah sumpah serapah lainnya. Kelanjutannya tindakan marah itu, bisa pada tingkat perkelahian dan saling membunuh. Kelanjutan terakhir ini, tentu berdampak pada tindakan pelanggaran hukum.
lalu bagaimana tindakan kita, jika sudah terlanjur marah? Berikut ini, beberapa tindakan yang dapat dilakukan;
Pertama, katakan dalam hati kita, bahwa marah adalah perbuatan syetan. Kita semua sepakat tidak ingin mengalah pada skenario syetan, maka rencana syetan itu harus dilawan, jika kita tidak mampu melawannya, maka mohonlah pertolongan pada Tuhan, apapun agama kita, tentu ada cara efektif untuk memohon perlindunganNya, agar tidak larut dalam skenario syetan itu.
Kedua, tanamkan pada diri kita, bahwa kita ingin menjadi manusia sempurna, minimal mampu meniru prilaku manusia idaman kita, yakni mereka yang telah membawa agama atau keyakinan kita. Katakana saja, nabi Muhammad, nabi Isa, Sidharta Gautama. Semua mereka yang disebutkan diatas, bukanlah manusia yang suka marah. Untuk itu, kita perlu meniru prilaku mereka itu, sebagai manusia yang tidak mudah terpancing untuk marah.
Ketiga, segera pindah posisi, jika kita berdiri lalu duduk, jika duduk geser tempat duduk, lalu katakana pada diri sendiri, saya telah meninggalkan posisi lama saya, kini telah menempati posisi baru saya, saya tidak ingin membawa kondisi marah pada posisi lama pada posisi baru saya.
Keempat, Diam. Kita semua tahu, selalu saja kemarahan dimulai dari pembicaraan, bisa saja karena orang lain yang berkata salah pada kita, atau kita yang salah omong pada orang lain. Untuk itu, ketika kita mulai marah, maka segeralah diam, komunikasikan kondisi marah ini hanya dengan hati kita sendiri. Apa yang salah pada diri kita sehingga tersulut amarah, apakah itu karena salah kita atau salah orang lain. Siapapun yang salah menurut kesimpulan kita, jika kita terpaksa harus ngomong, maka kalimat yang keluar pertama kali, hendaknya kata-kata mohon maaf pada mereka yang membuat kita marah. 
Kelima, basuhlah muka kita, atau mandi sekalian. Marah adalah perbuatan syetan, syetan terbuat dari api, maka cara efektif untuk memadamkan api adalah dengan menyiramnya dengan air. Banyak cara bisa kita lakukan untu membasuh muka kita, misalnya dengan ke kamar mandi, atau dengan cara-cara lain. Ketika sejuknya air telah membasahi wajah kita, ada kesegaran rasa disana, maka diharapkan, api marahpun menjadi reda.

Keenam, ingatlah anda adalah orang kuat. Kekuatan seseorang bukan hanya diukur berapa kuat dia mengangkat beban barbel. Tetapi, kekuatan sesungguhnya adalah ketika kita mampu mengendalikan amarah pada saat kita mampu untuk marah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar