Minggu, 11 Desember 2016

Kegunaan Penulisan Karya Ilmiah

Prinsipnya semua bidang keilmuan, penemuan dan hasil cipta karya manusia. Perlu diteliti ulang, serta ditingkatkan fungsi perannya hingga memperoleh hasil yang lebih tepat guna, lebih efisien dan akurat. Semua itu diperlukan penelitian ulang, pengkajian ulang. Hasil dari penelitian ulang dan pengkajian ulang serta perbaikan-perbaikan yang menyertainya, perlu dibuatkan laporan tertulisnya. laporan tertulis itulah secara umum disebut sebagai karya ilmiah.   
Bagi seorang peneliti professional, keuntungan yang paling besar dan berharga dari semua karyanya adalah jika ia menemukan kebenaran ilmiah yang kemudian dibukukan.
Tujuan karya tulis ilmiah itu adalah :
·         Pengakuan Scientifik Objective untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, dengan pemaparan teori-teori baru yang shahih dan terandalkan.
·         Pengakuan Practical Objective guna membantu pemecahan problema praktisi yang mendesak.


Judul Karya Ilmiah
Perlu dibedakan antara judul dan topik pada penulisan karya ilmiah. Menyamakan antara topik dan Judul adalah kesalahan yang umum terjadi. Namun, pada penulisan karya ilmiah kesalahan itu dapat berakibat fatal.
Judul adalah kepala karya tulis ilmiah.
Topik adalah pokok-pokok permasalahan yang akan dijadikan obyek dalam penelitian sebagai bahan utama penulisan karya ilmiah.
Jadi Topik bisa dijadikan judul. Sebaliknya judul bukan merupakan topik bahasan.
Judul dalam penulisan karya ilmiah adalah:
1.    Identitas yang menjiwai seluruh karya ilmiah
2.    Pada hakekatnya merupakan gambaran konseptual dari kerangka kerja suatu karya ilmiah.
3.    Terdiri dari kata-kata yang jelas, tidak kabur, singkat, tidak bertele-tele.
4.    Pemilihan untuk kata-kata saling berkait dan runut. tidak menggunakan kata puitis apalagi sensasional.
5.    Memiliki dua fungsi bagi pembaca dan penulis. Bagi pembaca judul menunjukkan hakikat dari obyek penelitian yang dilakukan. Bagi penulis judul merupakan patokan dalam menyusun tulisannya.
6.    Harus mencerminkan isi karya tulis ilmiah yang akan dibuat
7.    Menggambarkan apa yang akan dikupas dalam penelitiannya
8.    Usahakan dengan hanya membaca judul saja, pembaca sudah mengerti topik apa yang akan dibahas pada tulisan karya ilmiah itu.
9.    Tidak mengandung singkatan, akronim. Kecuali kalimat akronim itu sudah dipahami masyarakat.
10. Jangan terlalu panjang atau terlalu pendek. Jika terlalu panjang, pembaca akan sulit memahami apa yang sebenarnya yang akan dibahas dalam karya ilmiah tersebut, sehingga judul yang terlalu panjang, menjadi tidak menarik.
11. Sebaiknya terdiri dari 8 – 12 kata, yang merupakan hubungan dua variable atau lebih.
12. Pada penulisan karya ilmiah ada yang disebut dengan anak judul atau subjudul, yang penempatannya dibawah judul utama.

Jenis-jenis karya ilmiah.  
Pada prinsipnya semua karya ilmiah itu sama, yaitu hasil dari suatu kegiatan ilmiah. Yang membedakannya hanya materi, susunan, tujuan serta panjang pendeknya karya tulis ilmiah tersebut. Untuk membedakan jenis atau macam karya ilmiah, maka dipakai beberapa istilah seperti laporan paraktikum, naskah berkala, laporan hasil study lapangan, textbook, hand out, paper, pra skripsi, skripsi, thesis dan disertasi.

Secara garis besarnya, karya ilmiah diklasifikasikan menjadi dua. Karya ilmiah pendidikan dan karya ilmiah penelitian.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar