Jumat, 02 Desember 2016

Karya Ilmiah. (tm.3)


Karya  ilmiah  (dok.Pribadi)
Apakah Karya Ilmiah itu?
Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang membahas suatu masalah berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang diperoleh dari suatu penelitian lapangan, test laboratorium atau kajian pustaka.
Data-data yang diperoleh dari penyelidikan, pengamatan, penelitian lapangan, test laboratorium atau kajian pustaka itu, lalu dipaparkan dan dianalisa secara ilmiah.

Pemikiran ilmiah  adalah pemikiran yang logis dan empiris
Logis, artinya masuk akal.
Empiris artinya berdasarkan data, pengalaman masa lalu yang terbukti sahih dan dapat dipertanggung jawabkan.
Pemikiran ilmiah dalam lingkup keilmuan, terdiri dari dua tingkatan, yakni tingkat abstrak dan tingkat empiris.
Pemikiran tingkat abstrak berkaitan dengan penalaran. Penulis dapat bebas berpendapat, meski sedikit terbatas pada dictum ruang dan waktu.
Pemikiran tingkat empiris, berkaitan dengan pengamatan. Karena berkaitan dengan pengamatan, maka pemikiran empiris sangat berkaitan dengan ruang dan waktu.  
Ketika menulis dengan pemikiran ilmiah, maka pendekatan yang dilakukan, mestilah pendekatan ilmiah pula. Pendekatan ilmiah itu, terdiri dari pendekatan induktif atau pendekatan deduktif atau gabungan antara pendekatan induktif dan deduktif.
Pendekatan induktif adalah pengalaman atau pengamatan seseorang pada tingkat empiris, menghasilkan konsep, memodifikasi model hypothesis menjadi teori dan bermuara pada tingkat abstrak.
Pendekatan deduktif  merupakan titik tolak penalaran serta perenungan di tingkat abstrak yang menghasilkan pengukuran konsep serta pengujian hipotesis.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa:
Karya tulis ilmiah merupakan serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematis berdasar pada metode ilmiah, untuk memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap masalah yang muncul sebelumnya.
Dalam memberikan jawaban dari permasalahan yang timbul pada suatu penelitian, penulisan karya ilmiah harus bias membuktikan melalui dua cara. Pertama,  Jawaban itu merupakan jawaban final terhadap masalah penelitian. Kedua, Jawaban tersebut harus menjadi jawaban yang paling benar, meskipun akan dibuktikan kembali pada tahap lainnya.
Jawaban pertama merupakan konklusi yang nantinya sangat diperlukan sebagai suatu tesis. Sedangkan jawaban kedua, merupakan konklusi sementara yang nantinya diperlukan sebagai hipotesis.
Meskipun jawaban-jawaban penelitian itu sudah didapatkan, penulisan karya ilmiah masih harus membuktikan, apakah jawaban-jawaban tersebut memang bias dirasakan kebenarannya. Untuk itu dibutuhkan sumber-sumber informasi lainnya yang mendukung jawaban yang telah diperoleh.
Jawaban permasalahan yang ada pada penelitian, bias mendukung, bias juga menolak hypothesis yang ada. Jika jawaban itu mendukung hypothesis, maka bias dikatakan hypothesis diterima. Tetapi, jika jawabannya tidak mendukung hypothesis, maka disebut hypothesis dalam penelitian ditolak.
Dengan demikian, penulisan karya ilmiah, hanya dapat dilakukan sesudah timbul suatu masalah, yang kemudian dibahas –dijawab- melalui kegiatan penelitian. Karena berdasar hasil penelitian, maka pada akhir penulisan ilmiah, selalu dikemukakan suatu kesimpulan dan rekomendasi.
Kesimpulan dimaksudkan sebagai pemikiran terakhir dari proses telaah melalui penelitian, sedangkan rekomendasi diperuntukkan bagi langkah selanjutnya dalam menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkan.  Kesimpulan atau temuan penelitian, tidak selalu berupa sesuatu yang baru. Bisa jadi kesimpulan, atau temuan dari penelitian itu, merupakan kelanjutan dari kesimpulan atau temuan pada penelitian yang dilakukan sebelumnya.
Berbeda dengan penulisan artikel. Penulisan karya ilmiah, harus dilandasi dengan pengumpulan data dari kenyataan tentang masalah yang diteliti sebelumnya. Kenyataan itu harus berdasarkan fakta yang didapat dari lapangan penelitian, kenyataan ditengah masyarakat, tes laboratorium dan kajian pustaka yang dikumpulkan. Seluruh data yang dapat dikumpulkan itu, disebut sebagai data penelitian.  




Catatan:
1.    Konklusi, kesimpulan (pendapat)

2.    Hipotesis, sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan; anggapan dasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar