Minggu, 27 November 2016

Masalah yang Dihadapi Perencanaan Wilayah. (pertemuan ke.5)

     Pada perencanaan pembangunan daerah, selalu ada masalah dan kendala yang dihadapi. Untuk suksesnya suatu perencanaan, seorang perencana perlu tahu, apa saja kendala dan masalah yang dihadapi, lalu dengan masalah yang diketahui, diupayakan solusinya. Sehingga, perencanaan yang dilakukan mampu memperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan perencanaan itu sendiri.
     Diantara masalah-masalah yang dijumpai pada perencanaan pembangunan daerah, antara lain: 


     1. Masalah Mikro.
Masalah mikro adalah masalah yang berkaitan dengan proyek itu sendiri. Dilihat dari sudut pengelola maupun dari sudut pemberi ijin.  Seperti:
a   a.  Masalah Tekhnis, seperti peraturan pemerintah tentang tata guna lahan, apakah proyek itu, telah sesuai dengan peruntukan lahannya. Tersedianya bahan dan peralatan untuk membangun proyek, tersedianya SDM.
b   b. Masalah Managerial, seperti apakah setelah proyek selesai, akan dapat digunakan sesuai dengan tujuan awal pembangunannya. Artinya, perlu pemikiran apakah bahan baku, SDM dan bahan pendukung lainnya cukup tersedia, demikiannya juga dengan transportasi.
c   c.Masalah Finansial (keuangan). Seperti, cukupkah dana yang tersedia untuk pembangunannya, dan operasionalnya pasca pekerjaan pembangunan. Atau bagaimana memperoleh keuangannya, pengembaliannya, apakah akan memperoleh laba, jika pembangunan proyek ditinjau dari segi bisnis.
d   d.Masalah Ekonomi, seperti apakah biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan benefit (keuntungan). Apakah nilai manfaat secara umum, sehingga jika dinilai secara ekonomi, menguntungkan.
e   e. Masalah Dampak Lingkungan, seperti bagaimana pengaruh proyek tersebut terhadap dampak lingkungan, baik selama pekerjaan maupun pasca pelaksanaan pekerjaan.
f.        f. Masalah social masyarakat, seperti bagaimana reaksi masyarakat terhadap pembangunan proyek tersebut, apakah akan terjadi penggusuran, bagaimana solusinya, atau jika bagaimana partisipasi masyarakat kelak seperti proyek PIR, bagaimana masyarakat dapat ikut diberdayakan selama pembangunan atau pasca pembangunan.
g   g.Masalah keamanan, seperti bagaimana kondisi keamanan baik selama pengerjaan maupun masa pengoperasian.

2.Masalah Makro.
Masalah Makro, murni masalah pemerintah dalam mengaitkan proyek dengan program pemerintah secara keseluruhan (makro).
Tugas pemerintah adalah memeriksa/mengawasi kebenaran dari gagasan (proposal) terutama dalam kaitannya dengan analisa ekonomi, dampak lingkungan dan sikap social masyarakat.  
Masalah makro sebagian besar, menjadi tanggung jawab pemerintah (perencana wilayah).
Masalah Makro, antara lain
a   a.Kesesuaian lokasi, lokasi proyek harus sesuai dengan daya dukung dan kesesuian lahan secara makroregional.  Seperti RTRW (Rencana Tata Ruang  Wilayah), (RUTR-IKK = Rencana Umum Tata Ruang Ibu Kota Kecamatan).
b   b.Strategi Pengembangan Ekonomi Wilayah, umumnya berlaku pada proyek dengan skala besar.

3. Masalah Sistem Transportasi.
Masalah yang terjadi pada perencanaan system transportas seperti perencanaan pasar, Mall, Perumahan yang tidak menyediakan cukup ruang parker, sehingga membuat jalanan macet. Pembangunan komplek pemukiman yang jauh dari kegiatan ekonomi akan melahirkan biaya hidup tinggi, juga masalah dalam transportas..

4.Masalah Pembiayaan Pembangunan Daerah.
Seorang perencana pembangunan wilayah, idealnya mengetahui sumber dana guna merealisasikan perencanaannya. Aapakah berasal dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kab/Kota.
Setelah berlakunya UU no 32 Tahun 2004 dan UU no 33 Tahun 2004 dana yang berasal dari pusat sebagian besar dilimpahkan ke daerah dalam bentuk dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK).

Setelah tahu sumber dana yang akan digunakan, langkah selanjutnya menentukan prioritas yang akan dibangun. Proses seleksi untuk menetapkan program atau proyek yang dapat dibiayai oleh masing-masing sumber dana dilakukan pada rapat koordinasi pembangunan (RAKORBANG) yang dilakukan sekali, untuk dimasukkan dalam tahun anggaran berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar