Rabu, 30 November 2016

Apakah Artikel Itu ? (tm.1)

Apakah   Artikel Itu ?
Artikel dalam bahasa Inggris ditulis “article”
Menurut kamus lengkap Inggris-Indonesia karangan Prof. Drs. S. wojowasito dan WJS Poerwodarminto, article  berarti karangan.
Artikel dalam bahasa Indonesia, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, berarti karangan di Surat Kabar, Majalah dan lain sebagainya.
Pengertian Artikel menurut Istilah
1.    Artikel adalah suatu tulisan tentang berbagai soal, mulai politik, social, ekonomi, budaya, tekhnologi, olehraga dll.  Demikian menurut R. Amak Syarifudin, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Massa (STIKOSA-AWS) Surabaya.
2.    Artikel adalah karangan yang menampung gagasan dan opini penulis. Baik gagasan murni atau memungut dari sumber lain, referensi, perpustakaan, pernyataan orang dll. Demikian menurut Tjuk Swarsono, wartawan senior. Penulis artikel harus mencantumkan nama secara lengkap sebagai tanggung jawab atas kebenaran tulisannya.
3.    Artikel sebagai karangan factual (non fiksi) tentang suatu masalah secara lengkap, yang panjangnya tidak ditentukan, untuk dimuat di surat kabar, majalah, bulletin dsbnya. Demikian Asep Syamsul M Romli, mantan ketua laboratorium dan Pusdiklat Mingguan Hikmah.
4.    Dalam menulis artikel dapat memasukkan fakta sebagai data dari apa yang akan ditulisnya.  Dari data yang ada itulah penulis dapat memberikan pendapat, pandangan, gagasan atau bahkan interpretasi dari data yang ada tersebut.
Berdasarkan pendapat para praktisi dan pakar tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua tulisan di surat kabar atau majalah yang bukan berbentuk berita bias disebut artikel.

Maltus dan Kondisi kekinian Indonesia

An Essay on the Principle of Population ,
Karya MalThus
Malthus (1776-1824)  pada tahun 1798 mengemukakan bahwa pertumbuhan penduduk sesuai deret ukur (2, 4, 8, 16, 32,64), sedangkan pertumbuhan ekonomi sesuai deret hitung(1,2,3,4,5,6). Artinya, ketersiadaan akan bahan pangan, semakin hari, akan semakin berkurang. Sehingga suatu hari akan habis. Sesaat, sebelum bahan pangan habis, maka manusia akan saling bunuh untuk memperoleh sesuap bahan makanan. Kondisi yang sangat menakutkan akan terjadi. Dan Malthus memperkirakan semuanya akan terjadi pada abad ke 19.
Semua tergambar jelas dalam bukunya “An Essay on the Principle of Population.” Dan pada era akhir 79’an ada sebuah film yang menggambarkan kondisi yang digambarkan Malthus. Kondisi yang menghebohkan. Banyak keluarga yang pesimis menghadapi masa depan. Tahun-tahun menjelang sisa abad ke 19 akan segera menjelang, itu artinya, ramalan Malthus akan segera terjadi.
Namun, hingga kini, abad 21 kita masih aman-aman saja. Apa yang terjadi?

Minggu, 27 November 2016

Bidang-Bidang yang tercakup dalam Perencanaan Wilayah (pertemuan ke 4.)

1, Bidang Perencanaan Ekonomi Sosial wilayah.
a.    Ekonomi social wilayah
b.    Ekonomi social perkotaan.
c.    Ekonomi social perdesaan.

2, Perencanaan Tata Ruang Atau Tata Guna Lahan.
a.    Tata ruang tingkat nasional.
b.    Tata ruang tingkat Provinsi.
c.    Tata ruang tingkat Kabupaten atau Kota.
d.    Tata ruang tingkat Kecamatan atau Desa.
e.    Detail Design. Untuk wilayah yang lebih sempit lagi.

Masalah yang Dihadapi Perencanaan Wilayah. (pertemuan ke.5)

     Pada perencanaan pembangunan daerah, selalu ada masalah dan kendala yang dihadapi. Untuk suksesnya suatu perencanaan, seorang perencana perlu tahu, apa saja kendala dan masalah yang dihadapi, lalu dengan masalah yang diketahui, diupayakan solusinya. Sehingga, perencanaan yang dilakukan mampu memperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan perencanaan itu sendiri.
     Diantara masalah-masalah yang dijumpai pada perencanaan pembangunan daerah, antara lain: 

Jumat, 25 November 2016

Cerita Sekitar Guru

Kondisi salah satu sekolah di Malingping, Banten (dok.Pribadi)
Jum’at, 25 November 2016  ini, kita memperingati hari guru. Idealnya, kita seluruhnya memberi apresiasi pada guru, karena merekalah, kini, kita dapat menjadi apa-apa dan siapa-siapa. Tanpa mereka, kita bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa. Nothing.

Lebih baik lagi, jika kita seluruhnya, mampu memberi sumbangsih pada para guru, apakah berupa buah pikiran untuk lebih baiknya kualitas pendidikan, atau memberikan perhatian untuk berubahnya sarana pendidikan, dari yang yang kurang memadai menjadi memadai atau bisa juga sebuah solusi dari ketertinggalan kesejahteraan social beberapa guru yang berdomisili pada daerah terpencil.

Jumat, 11 November 2016

Mengubah NTT, Nasib Tak Tentu

Gunung Batu sepanjang jalan, pandangan yang terjadi dibanyak tempat di Flores (dok.Pribadi)
Flores memang terletak di Nusa Tenggara Timur. Tetapi, Nusa Tenggara Timur bukan hanya Flores. Banyak pulau lainnya, sebut saja Timor, Lembata dan banyak lagi lainnya.
Namun, yang terekspos di media massa, NTT didominasi dengan tanah yang kering, tanah yang gersang dan air yang sulit didapatkan, dengan runutan berikutnya, adalah kemiskinan yang akut pada masyarakatnya. Sehingga, NTT sering dipelesetkan dengan Nasib Tak Tentu . Gambaran yang tidak sepenuhnya benar. Paling tidak, untuk pulau Flores.
Secara garis besar, kemiskinan memang ada di Flores. Indikasinya, bagaimana rumah-rumah di Flores didominasi dengan dinding yang terbuat dari Bambu. Di Flores disebut dengan Naja. Sehingga, jika malam tiba, angin dan nyamuk dengan leluasa masuk ke dalam rumah.
Indikasi lain, pemuda-pemuda Flores pada merantau, lihat saja, pada hampir setiap kota besar di Pulau Jawa, pemuda-pemuda Flores dapat kita jumpai, demikian juga kota yang memiliki Industri, sebuat saja Batam sebagai contoh, belum lagi di Malaysia, dengan mudah kita bertemu dengan pemuda-pemuda berasal dari Flores.
Sayangnya, para perantau dari Flores, memilih bidang kerja yang mengandalkan pada kekuatan fisik, seperti menjadi security, menjadi karyawan, dll. Sehingga, keberhasilan secara ekonomi, tidak signifikan mereka peroleh. Akibatnya, keberadaan mereka tidak menembus kelas menengah. Mereka tetap berada pada kelas pekerja.

Rabu, 02 November 2016

60 Hari Hafal al-Qur’an (Resensi Buku )

“60 Hari Hafal Al-Qur’an”  karya Saiful Aziz Al-Hafiszh, D.Pd.I (dok.Pribadi) 

Al-Qur’an bagi umat Islam, merupakan suatu yang sangat Istimewa. Di Dalamnya merupakan teks panduan dalam meraih kehidupan yang selamat. Baik di dunia maupun di akherat. Mengamalkannya, merupakan kewajiban, demikian juga mempelajarinya. Bahkan membacanya saja memperoleh pahala.
Sedangkan, mereka yang mampu menghafalkan al-Qur’an secara keseluruhan akan memperoleh keistimewaan yang tiada tara dari Allah SWT. Itu sebabnya, berbagai lapisan masyarakat berbondong-bondong berupaya menghafalkan al-Qur’an.
Buku yang berjudul “60 Hari Hafal Al-Qur’an” merupakan salah satu jawaban dari keinginan masyarakat yang ingin menghafalkan al-Qur’an.