Sabtu, 02 Juli 2016

Hasil Test PD Profesional 2016, Harus Tanya Kemana?

Logo Kemendesa (dok.Pribadi)

Perekrutan tenaga Pendamping Desa, membuat sejarah baru. Baru pertama kali terjadi dii Republik ini. Seluruh proses perekrutan PD menggunakan tekhnologi IT terbaru. Semuanya dilakukan terpusat, dilakukan oleh Seknas tanpa melibatkan Satker di Provinsi yang sangat berkepentingan terhadap tenaga hasil perekrutan kelak. Tetapi, malah melibatkan kalangan kampus yang notabene awam tentang pemberdayaan.
Bayangkan, untuk Negara seluas Republik Indonesia, dengan panjang wilayahnya setara dengan akumulasi seluruh Negara Eropah dijadikan satu. Lalu, Seknas dengan percaya diri melakukan proses perekrutan sendiri. Prestasi yang luar biasa. Perlu diacungi jempol.
Konsekuensinya, jika terjadi kesalahan disana-sini. Maka, hal itu dapat dimengerti.
Saya tidak ingin memaparkan apa saja kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh Panitia Rekrutmen PD, selama proses perekrutan. Biarlah semua itu, menjadi pengetahuan seluruh peserta rekrutment PD saja. Sayangnya, ada kesalahan yang fatal, yang merugikan peserta. Sehuingga nasib peserta dipermainkan hanya karena “salah Input”.

Lalu, apakah kesalahan fatal itu? Siapa sajakah yang dirugikan? Apakah saya memiliki data akurat tentang kesalahan yang dilakukan Panitia Seleksi Rekrutmen PD oleh Seknas?
Jawaban dari semua pertanyaan itu, ada dibawah ini. Kisah yang saya alami sendiri. Berikut data-data pendukungnya.
Saya bernama Iskandar Zulkarnain, Peserta Rekrutmen PD dengan pilihan posisi PDTI. Nomer Peserta saya 19528345. Dari Provinsi Banten.
Kartu Seleksi Tenaga Pendamping Profesional, nomer Peserta 19528345 (dok.Pribadi)

Seleksi awal, adalah test tertulis, saya jalani dengan tanpa masalah, masalah baru timbul ketika pengumuman hasil tertulis diumumkan. Pada list peserta yang lolos test tertulis, nama saya tidak tercantum. Namun, pada lembar nilai yang berisi, nomer rfegistrasi, nama peserta, nilai dan kelulusan saya dinyatakan lulus. Nilai saya 31 dan Lulus dgn kata “YA”.
Hasil test tulis dinyatakan YA dengan nilai 31, nomer Peserta 19528345 (dok.Pribadi)

Masalah berikutnya, ketika saya ingin mengikuti psykotest. Saya mengalami kesulitan untuk mengikuti psykotest, alasan panitia, karena, nama saya tidak tercantum pada list mereka yang berhak mengikuti psykotest, meski saya telah menunjukan bukti bahwa nilai saya 31 dan dinyatakan “YA” atau “LULUS”. Berbagai alasan  untuk mempersulit mengikuti psykotest dilakukan Panitia, setelah dengan berbagai usaha yang berliku, akhirnya saya diperbolehkan untuk mengikuti psykotest hari itu. Untuk sementara masalah yang menghadang teratasi.
Sekali lagi, kembali masalah timbul, ketika  pengumuman hasil test psykotest, kembali nama saya tidak tertera pada lembaran list mereka yang lulus, sementara hasil psykotest berupa nilai individu, saya dinyatakan lulus dengan nilai 58.5285714.
Hasil Psykotest dinyatakan LULUS dengan nilai 58.5285714, (dok.Pribadi)
Akhirnya, betapa terkejutnya saya, pada nomer urutan peserta nomer 21, nomer peserta milik saya ( dengan nomer 19528345) muncul. Tetapi, nama yang tertera disana, bukan nama saya, melainkan nama ACHMAD HADI.
Perhatikan nomer urut 21, nomer Peserta 19528345 yang seharusnya bernama ISKANDAR ZULKARNAIN berganti nama ACHMAD HADI    (dok.Pribadi)
Pertanyaannya sekarang, bagaimana sikap saya mengalami fenomena perekrutan PD yang demikian? Saya hanya ingin menjawab, bahwa saya dapat memaklumi semuanya. Lompatan system kerja yang dilakukan Panitia perlu diacungkan jempol. Hanya saja, jangan keteledoran kerja itu, merugikan pihak Peserta Ujian Perekrutan PD.
Oleh karenanya, saya berharap, kekeliruan yang dilakukan, khususnya yang terjadi pada saya, agar segera diperbaiki. Ganti nama ACHMAD HADI  dengan ISKANDAR ZULKARNAIN.
Tak ada manusia yang tidak pernah mengalami kesalahan, yang membedakannya, bagaimana sikap kita, ketika kesalahan itu sudah terjadi. Hanya Manusia yang cerdas yang mau segera memperbaiki kesalahan yang diperbuatnya. Dan saya Percaya, Panitia Perekrutan PD di Seknas terdiri dari orang-orang cerdas.



14 komentar:

  1. Ngak Perlu banyak mikir. Ini Artinya Server Dibawah Kendali. Buatan Manusia ngak Pernah bohong. tapi manusia yang membuatnya sering bohong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak dipikir kok, tulisan ini dibuat untuk jadi pemikiran bagi mereka.
      salam damai, Ramadhan berkah

      Hapus
  2. Mhn maaf pak Zul sekedar nanya aja, apakah bpk kelahiran thn 1961? Klo betul berarti umur bpk saat mendaftar 55thn ya pak? Krn menurut yg sy tau syarat ummur maks untuk bs mengikuti rekrutmen yaitu 50thn. Mhn maaf klo salah pak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya pertanyaan Mas Miptah, keluar dari kontek. Tapi baiklah, saya hingga mei 2016 masih di PD, jadi kalo umur 55 tidak boleh, mestinya sejak Juli 2015 saya tidak direkrut kembali. Alasan lain, di kolom tahun kelahiran, peserta tidak berikan kesempatan menulis tahun kelahirannya, melainkan memilih, pilihan umur tertua, pada tahun 66, maka saya dipaksa untuk memilih angka itu. Jadi Program yang dirancang team seleksi memang tidak menyediakan hal itu.

      Hapus
  3. Tanya sm Tuhan Pak. Mrk nggak akan perduli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf Anak Mandala, Tuhan jangan dibawa untuk becandaan begitu. Saya tidak memperdulikan mereka perduli atau tidak.
      karena saya membuat tulisan itu, hanya sebagai reaksi atas kerja team seleksi, tanpa berharap pada kepedulian mereka.
      salam,IZ

      Hapus
  4. Langsung ke kantor kemendesa aja pa,bapa tinggal bawa bukti2 aja,jika tidak ada respon,tinggal laporan ke ombudsman pa.insya Allah kalo ada bukti otentik,secara system bisa di track

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih untuk infonya mas Iswandi,
      salam Ramadhan berkah

      Hapus
  5. Langsung ke kantor kemendesa aja pa,bapa tinggal bawa bukti2 aja,jika tidak ada respon,tinggal laporan ke ombudsman pa.insya Allah kalo ada bukti otentik,secara system bisa di track

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih untuk infonya mas Iswandi,
      salam Ramadhan berkah

      Hapus
  6. Klo sy pilih ganti haluan, krn sejak awal thn 2015 sy melihat kemendesa tdk ad niatan Mengelola P3md secra propfesional, - unsur politisny terlalu kental. . dan it msh terjadi sampai detik ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih untuk masukannya mas nafeeza, saya mempertimbangkan itu.
      salam Ramadhan berkah

      Hapus
  7. Yang salah yang daftar... Sdh tau umurnya saja tidak sesuai kualifikasi kok daftar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih untuk atensinya mas Arif, sampeyan memang bener-bener Arif
      salam Ramadhan berkah

      Hapus