Sabtu, 25 Juni 2016

Stasiun Cilegon, Sebagai Cagar Budaya Nasional

Penulis di Depan Stasiun Cilegon. (dok. Pribadi)
Malam itu, 24 Juni 2006, Setelah selesai taraweh dan makan malam, teman saya Isson Khaerul berpesan, kalau besok pagi, tolong diantarkan ke Stasiun Cilegon. Beliau ingin pulang ke Jakarta setelah kunjungannya, selama dua hari di Cilegon. Spontan saya bertanya, mengapa tidak dengan Bus saja. Setiap saat Bus jurusan Merak – Jakarta yang melewati Cilegon tersedia. Prosesnya, tentu lebih sederhana.
Sahabat saya menjawab, ada nuansa Kereta Api yang tidak ditemui pada Bus Antar Kota. Sebagai penggemar Kereta Api, saya sependapat dengan sahabat saya itu, meski saya tidak bertanya, apa persisnya nuansa yang berbeda itu. Tentunya, untuk setiap orang, nuansa yang dimaksudkan akan berbeda.
Bagi saya, nuansa berbeda dalam berKereta Api antara lain, lokasi stasiun selalu dalam kota, view dalam perjalanan eksotis untuk dilihat, seperti sesaat setelah menikung tajam, lalu Kereta Api memasuki jembatan, sebagian rangkaian gerbong sudah berada diatas jembatan sementara sebagian lain belum masuk. Jika dilihat dari gerbong tiga atau dua gerbong terakhir, perpaduan gerbong Kereta Api yang menikung, Jembatan besi pada rangkaian Kereta Api dan beda elevasi antara rel Kereta Api dan sungai, menghasilkan kombinasi sebuah view yang sungguh eksotis. View lain ketika melewati areal persawahan yang hijau, sementara dilator belakang ada pegunungan hijau yang menjaganya. Untuk Kereta Api tempo dulu yang kini tak pernah lagi hadir, adalah adanya pedagang asongan yang mengasongan jajanan khas rakyat, seperti tempe bacem, tahu bacem, sayur pecel, teh manis dan berbagai jajanan pasar khas panganan lokal dimana stasiun berada. Sayang, hal terakhir ini, tak pernah lagi dijumpai.

Kamis, 23 Juni 2016

Menjemput Harimau Lain

View sesaat sebelum tiba di Merak (dok. Pribadi)
Sore itu, sahabat Thamrin Sonata memastikan bahwa pertemuan besok bersama dengan kompasianer  –istilah untuk blogger yang acap menulis di blog keroyokan kompasiana-  lain, pasti. Tempatnya Pelabuhan Merak. Jamnya, pukul sepuluh pagi.
Jadilah, setelah sahur dan subuh ditunaikan, saya berangkat menuju titik pertemuan yang telah disepakati bersama. Saya hanya berharap, bahwa saya akan tiba pada titik yang telah disepakati –Pelabuhan Merak-  tidak didahului oleh sahabat-sahabat yang lain. Maklum saja, perjalanan dari rumah menuju lokasi titik pertemuan yang disepakati membutuhkan  waktu sekitar 5 Jam.
Perjalanan secara umum lancar jaya, tak banyak menemui halangan, sehingga tak banyak yang perlu dicatat, kalau bisa sedikit disebut kendala, maka, kendala itu, bernama kantuk. Jadilah sebelum masuk ke downtown Serang, saya menepikan mobil. Sebentar melepaskan kantuk, mencoba memejamkan mata sejenak, mengejar rasa segar, setelah beberapa saat memejamkan mata, melenakan rasa. Hanya butuh 32 menit, semuanya terpenuhi. Tubuh menjadi segar bugar, siap untuk akivitas selanjutnya.
Tiba di Serang, masuk Telpon dari Isson Haerul, kalo posisi rombongan teman-teman yang datang dari Jakarta, posisinya baru tiba di Stasiun Maja. Itu artinya, perjalanan masih jauh untuk sampai di Pelabuhan Merak, taksiran saya sekitar 2,5 jam lagi. Padahal, dari posisi saya sekarang untuk sampai Merak kurang sari satu jam lagi.
Temen-teman ngebolang tiba di Merak (dok. Pribadi)
Sesaat menjelang Merak, ada view yang bagus, jadilah saya menepi. Tak ingin melewati view yang terpampang indah di depan mata, begitu saja. Harapannya, dapat dibagikan pada semua.
Saat tiba di Merak, kegiatan pemudik yang ingin menyeberang ke Sumatera, sudah mulai terlihat geliatnya, Pelabuhan yang hari-hari biasa lengang dari mereka yang parkir, siang itu hampir tak tersedia tempat. Setelah membutuhkan usaha ekstra, saya dapat mendapatkan posisi yang saya cari. Beberapa tenda, untuk memberikan pelayanan yang nyaman bagi pemudik telah didirikan. Suasanya sudah demikian meriah, sebuah hajat besar yang tiap tahun dilakukan, Mudik Lebaran, barun saja dimulai.
Tak perlu tergesa-gesa, sahabat-sahabat yang lain baru sampai stasiun Tenjo, masih perlu waktu satu jam untuk Pelabuhan Merak. Menanti temen-temen yang akan datang, saya habiskan waktu dengan memperhatikan perilaku mereka yang sedang mudik.  
Benar, sejam kemudian, Bang Isson menghubungi, bahwa mereka telah masuk stasiun Merak. Masalahnya, bagaimana cara keluar dari Stasiun Merak, demikian kata Bang Isson, agaknya Stasiun Merak direncanakan untuk mereka yang meneruskan perjalanan ke Sumatera, begitu kesimpulan Bang Isson.  Saya katakan, bahwa coba lewat atas saja, perlu konfirmasi dengan security Pelabuhan. Singkat kata, setelah melewati sedikit kendala, bertemulah saya dengan Kompasianer yang baru tiba. Semuanya ada tujuh harimau, demikian Pak Thamrin Sonata mengkomentari, kompasianer yang berkumpul siang itu.
Iskandar Zulkarnain, Thamrin Sonata dan Walikota Cilegon Dr. TB. Iman Hariyadi (dok. Pribadi)
Anggota tujuh harimau itu, Thamrin Sonata, Isson Khaerul, Maria Margaretha, Mbak Tamita, Mbak Muthiah, Mbak Arum dan Iskandar Zulkarnain.
Hahaha… ternyata, ide bertemu di Merak ternyata hanya tak-tik, agar temen-temen tahu lengkapnya perjalanan KA ke ujung barat Pulau Jawa. Merak.
Selesai melepaskan penat perjalanan, serta selfi heboh ala kompasianer, perjalanan di arahkan ke Kota Cilegon.
Bang Isson dan Pak TS mengusulkan untuk sowan ke rumah kang Nasir, kompasianer asal Cilegon. Ke rumah beliaulah perjalanan ini diarahkan.  Biasa…, ketemu kang Nasir, itu artinya suasana akan heboh, hahahaha—hihihihi, sepanjang perbincangan, hingga pembicaraan serius sekalipun.
Hasil pembicaraan dengan kang Nasir, pertemuan dengan wali kota, tak perlu menunggu sore, tapi siang itu juga harus ketemu. Soal mengurus penginapan dan lain-lain, bisa dilakukan setelah pertemuan dengan walikota. Hasilnya, siang itu juga, kompasianer –tujuh Harimau-  diterima Wali Kota Cilegon Dr. TB. Iman Hariyadi.
Dari kiri ke kanan, Mbak Arum Thamrin Sonata, Mbak Muthiah, Iskandar Zulkarnain, Walikota Cilegon Dr. TB. Iman Hariyadi, Isson Khaerul, Mbak Tamita,  Maria Margaretha, (dok. Pribadi)
Dalam prolog pada pertemuan dengan Walikota Cilegon Dr. TB. Iman Hariyadi, Kang Nasir, nyeletuk, berhubung Ramadhan, pak Wali tak dapat menyuguhkan apa-apa… hehehe. Dengan Spontan pak Wali, nyeletuk, nanti sore, semua kompasianer akan di jamu di rumah kediaman resmi walikota. Sebuah Joke cerdas dari walikota. Karena sesungguhnya, sore nanti, di kediaman Resmi walikota, ada acara Peringatan Nuzulul Qur’an 1437 H dan Buka Bersama Walikota Cilegon.
Kesepakatan dengan walikota siang itu, Kami, kompasianer, akan diikut sertakan selama dua hari ke depan dalam acara Tarling -Taraweh Keliling- Aparat Pemda Cilegon ke berbagai Mesjid yang ada di Cilegon.

Pasca pertemuan dengan Walikota, sorenya, sesuai janji, Tujuh kompasianer tamu plus kang Nasir, kompasianer tuan rumah, mengikuti acara Peringatan Nuzulul Qur’an 1437 H dan Buka Bersama Walikota Cilegon.

Sabtu, 18 Juni 2016

Ini Yang Terjadi, Ketika Marwan Ja’far Lengser




Seorang teman di Bekasi Selatan, memiliki kehidupan yang makmur, segalanya dia punya. Untuk ukuran masyarakat sekelilingnya, “sobat” saya itu, termasuk kategori “sangat berada”. Apakah kerja atau bisnisnya?
Beliau berprofesi sebagai calo Menteri. Untuk setiap perusahaan atau bidang usaha baru,  ketika akan melakukan launching produk barunya atau peresmian pabrik barunya,  dapat menghubungi beliau. Kapan waktu peresmian, menteri siapa yang akan meresmikan, semua bias diatur. Ada harga yang berbeda untuk itu. Menteri A akan berbeda harganya dengan mentri B, bulan dan tanggal tertentu, akan berbeda harga dengan tanggal dan bulan yang lain pula.
Semua kejayaannya terjadi ketika orde baru, setelah orde reformasi, saya sempat ketemu dengan beliau dan beliau, pada pertemuan itu, sempat curhat pada saya, bahwa dunia sudah berubah. Sekarang benar-benar “repotnasi”. Begitu beliau katakana pada saya, mem-peleset-kan kata reformasi dengan repot nasi.  Pertemuan curhatan itu, terjadi pada tahun 2000.

Minggu, 12 Juni 2016

Napak Tilas perjalanan Cut Nyak Dien, di Sumedang

Makam Cut Nya’ Dien di pemakaman keluarga milik yayasan Pangeran Sumedang di Gunung Puyuh. (Dok. Pribadi)

Pertengahan tahun delapan puluhan, saya, setiap bulan mengadakan perjalanan antara Cirebon–Bandung. Perjalanan rutin yang disebabkan oleh kegiatan tugas. Perjalanan itu, berlainan dengan biasanya yang dilakukan teman-teman, saya lebih sering menggunakan sepeda motor, tepatnya sepeda motor Vespa. Perjalanan dengan Sepeda motor, ketika itu, belum lazim dilakukan oleh para anak muda. Sehingga perilaku saya yang demikian, merupakan sesuatu yang aneh, bagi teman-teman saya.
Biasanya, rute yang saya ambil, dari Cirebon, melalui  Sumber, terus menuju Galuh, terus ke Majalengka dan dari Majalengka akhirnya, perjalanan bertemu dengan jalan Raya Palimanan-Bandung di kota Kadipaten. Selanjutnya, sekitar dua puluh menit perjalanan dari Kadipaten, saya istirahat di tepian Sungai Cimanuk daerah Tomo yang ketika itu banyak warung-warung kaki lima. Beberapa panganan yang dijual warung tepi kali Cimanuk antara lain, kopi, kelapa muda dan beberapa jajanan khas Kadipaten. Hal ini, saya lakukan untuk menghindari istirahat di daerah Nyalindung yang banyak juga terdapat warung-warung, tetapi dengan konotasi “warung plus” atau  “warung reman-remang”.

Kamis, 09 Juni 2016

Sitti Salehah, Ibunda Bung Hatta.

Makam Sitti Saleha di Gunung Puyuh, Sumedang (dok.Pribadi)

Seperti untuk ibu-ibu yang melahirkan para Pahlawan yang tersebar diseluruh Nusantara. Menuliskan Sitti Salehah, Ibunda dari Bung Hatta, sang Proklamator.  Saya, mengalami kesulitan. Tak banyak literatur tulisan yang membicarakan tentang Sitti Salehah, sedangkan informasi lisan, kadang berbeda antara sumber yang satu dengan lainnya. Meski saya sudah mengunjungi rumah kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi, juga belum lama ini, menziarahi makam beliau, Sitti Salehah, sang Bunda Proklamator di Makam Keluarga “Gunung Puyuh” Sumedang.  
Maka jadilah tulisan ini, tidak utuh. Meski utuh sekalipun, mungkin ada perbedaan antara versi tulisan saya dengan versi tulisan yang lain. Sebabnya jelas. Minimnya literature dan beda antara kisah lisan dari sumber yang satu dengan sumber lainnya.
Yang umum kita ketahui dari Sitti Salehah, adalah Ibu dari Mohamad Hatta. Hatta merupakan anak kedua dari Sitti Saleha dengan suaminya Muhammad Jamil. Anak pertama dari pasangan ini adalah Rafiah. Hatta sebenarnya, akibat terpelesetnya lidah sang Proklamator ketika menyebutkan namanya. Beliau yang bernama Asli Athar (yang berarti harum) itu, dengan dialek Minangnya menyebut dirinya “Atta”. Dari sebutan “Atta” itulah, akhirnya nama Hatta terbentuk.

Rabu, 08 Juni 2016

Talaga Remis, Bukti Kita Rukun.

Telaga Remis,  menjelang tengah hari (dok.Pribadi)

Mengunjungi Talaga Remis, membuktikan betapa bangsa ini, sejatinya adalah bangsa rukun, penuh toleransi dan guyub. Betapa tidak, Telaga Remis yang terletak di Desa Kaduela, kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan. Justru akses termudah untuk mencapainya jika melalui kabupaten Cirebon. Dan, orang Cirebon tidak pernah mengklaim jika Talaga Remis menjadi miliknya. Meski legenda tentang Telaga Remis kental tentang cerita Cirebon. Tentang Putri dari Sultan Giri laya dari kesultanan Cirebon.
Telaga Remis, nan terdiri dari kata Telaga yang berasal dari bahasa Sunda dengan arti Danau kecil atau Situ. Dan kata Remis. Jenis kerang yang konon banyak terdapat pada dasar Telaga. Maka, jadilah, Telaga yang kaya dengan Remis itu, memperoleh nama Telaga Remis.
Telaga Remis, terletak di kaki gunung Ciremai, pada hutan Wisata yang dikelola oleh Perum Perhutani, dengan luas wilayah sekitar 13 Ha. 3,25 hektar dari luas total yang 13 ha itu merupakan kumpulan beberapa beberapa situ atau Telaga. Seperti Telaga Leat, Telaga Nilem, Telaga Deleg, Situ Ayu Salintang, Telaga Leutik, Telaga Buruy, Telaga Tespong dan Sumur Jalatunda. Telaga Remis, merupakan Telaga terbesar dan paling dikenal oleh masyarakat awam.

Jumat, 03 Juni 2016

Analisa Kemahalan Ramadhan

Sore menjelang Ramadhan (dok.Pribadi)
Jika pada masa rezim orde baru, issue yang dapat dijual adalah bahaya laten Komunis. Maka sebagian masyarakat, pada awal-awal reformasi menjadikan kebangkitan golongan karya sebagain issue laten. Namun, ada issue laten yang luput dari perhatian kita, seluruh rakyat Indonesia. Issue kenaikan harga pada setiap tahun pada saat Menjelang Ramadhan, selama Ramadhan dan Pasca Ramadhan. Mengapa hal demikian bisa terjadi? Apa saja factor yang mempengaruhi? Bagaimana solusinya? Untuk itulah, tulisan ini dibuat.
Pada setiap tahun, menjelang bulan Ramadhan, masyarakat Indonesia selalu dikagetkan dengan naiknya harga. Baik itu harga sembako, harga sandang hingga kebutuhan sekunder.  Padahal, peristiwanya dating setiap tahun. Waktunya dapat diprediksi, perulangan peristiwa kejadian, jelas. Lalu, mengapa antisipasi akan kenaikan harga selalu saja gagal.
Rasanya tak adil, jika kenaikan harga-harga menjelang, pada dan pasca Ramadhan hanya menjadikan Pemerintah sebagai tersangka. Karena, menurut saya, banyak pihak yang terlibat dalam masalah ini. Disamping pemerintah, para mafia sembako, industriawan, Umat Islam, juga memiliki andil didalamnya.

Kamis, 02 Juni 2016

“Munggahan” Jelang Ramadhan

Dalam sebuah acara Munggahan beberapa tahun silam (dok.Pribadi)
Indonesia memang kaya, bukan hanya keindahan alamnya, juga kekayaan alam yang terkandung di dalam perut buminya. Serta kaya Budaya.
Islam yang berkembang di Indonesia, dengan mendapat sentuhan budaya lokal Indonesia. Telah menjadi begitu kaya, penuh pernak-pernik. Hari raya iedul fitri yang di daerah asalnya hanya dilakukan dengan semprotan minyak wangi dan makan minum ala kadarnya. Di Indonesia menjadi sesuatu yang “Wah”.
Ada budaya mudik lebaran yang menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia, segala pernik yang mengiringinya begitu berwarna. Ada kemacetan yang mengular dimana-mana, ada perburuan tiket Kereta Api, yang bahkan sebelum Ramadhan tiba, telah habis terjual. Ada tiket Pesawat yang habis menjelang hari H, ada operasi ketupat selama dua minggu pada hari-hari lebaran, acara sungkeman, lebaran ketupat hingga hingar-bingarnya acara halal bi halal. Semua kegiatan yang di Arab sendiri tidak pernah ada.

Rabu, 01 Juni 2016

Hasil Test Tertulis PD Provinsi Banten Untuk PDP & PDTI



HASIL SELEKSI TES TULIS PENDAMPING DESA 2016
PROVINSI  BANTEN


No
Nomor Peserta
Nama Peserta
Posisi
LULUS

167
26986979
ABDUROHIM
PDP
YA

168
66146451
ALIMUDIN
PDP
YA

169
63199549
FITRIJAH
PDP
YA

170
99905116
ASNAWI
PDP
YA

171
34999078
M NUNUNG FATUROHMAN
PDP
YA

172
10500303
NURYADIN MARUF
PDP
YA

173
41475622
SIROD JIDIN
PDP
YA

174
95918244
ACHMADEDWINSHOLIHIN
PDP
YA

175
4509866
A SOLAHUDIN
PDP
YA

176
66236100
MUKHTAR ANSOI
PDP
YA

177
77397837
FACHRI FAHLEVY
PDP
YA

178
48394994
SITI SHOLIHATIN NISA
PDP
YA

179
86503589
YUDI KURNIAWAN
PDP
YA

180
55787205
SITI UMAYATI
PDP
YA

181
24660195
AA HIKMATULLAH
PDP
YA

182
66500402
ADE SURYANA
PDP
YA

183
82886619
IMAS HAERINA
PDP
YA

184
56651567
SUKRON
PDP
YA

185
77197665
JUJU JURAIZ
PDP
YA

186
13053318
IRPAN
PDP
YA

187
46202663
CAHYANI
PDP
YA

188
82894722
M RIDHO UMAMI
PDP
YA

189
52317198
MULYADI
PDP
YA

190
39096432
ARI SETIAWAN
PDP
YA

191
76004679
ASEP SAEFUL ROHMAN
PDP
YA

192
21370435
YEYEN ERVIANA
PDP
YA

193
81937120
ANDI
PDP
YA

194
47472106
DENI WAHYUDI
PDP
YA

195
49740991
DENI NOPIANA
PDP
YA

196
11183439
AGUS RODIF KHASAN
PDP
YA

197
86511684
MOHAMAD OSA MALIK
PDP
YA

198
24276527
MULKAN
PDP
YA

199
89671034
ERI KANTARIKHZA
PDP
YA

200
91255350
AJENG RAHAYU PERTIWI
PDP
YA

201
5736522
ZAENAL ABIDIN
PDP
YA

202
59355090
ALIYUDIN
PDP
YA

203
93016668
LILI HAMBALI
PDP
YA

204
24356997
VICKI TRI PRIANA
PDP
YA

205
91841943
MOH TAUFAN
PDP
YA

206
8131768
RICHIE KHARISMA H
PDP
YA

207
32208012
FIRMANSAH
PDP
YA

208
33703968
AZIS
PDP
YA

209
17760142
TITIN MULYANI
PDP
YA

210
58893440
ACHYAR SAEPUDIN
PDP
YA

211
28818945
ANDRIANTO
PDP
YA

212
56999485
ASEP RIDWAN
PDP
YA

213
98093902
FAHMI
PDP
YA

214
64445763
WAWAN JUANDA
PDP
YA

215
88518130
MOCHAMADBAEDILLAH
PDP
YA

216
4706981
GURUH UNTUNG LAKSANA
PDP
YA

217
82532716
NINA KURNIAWATI
PDP
YA

218
93238317
IDA DANIATUL M
PDP
YA

219
56411099
M DAURUL FACHRI
PDP
YA

220
40666085
KURDI SUTARDI
PDP
YA

221
78939896
ROMLI
PDP
YA

222
17082415
SUBRO
PDP
YA

223
74023400
ENDI SUTRISNA
PDP
YA

224
41643992
SAMSUL
PDP
YA

225
7513431
KIAGUS APRIANSYAH
PDP
YA

226
5744939
ENDANG MUBAROK
PDP
YA

227
85628970
MOKHAMAD NURDIN
PDP
YA

228
54635513
ASEP JUWARNA EFFENDI
PDP
YA

229
99962349
SITI NURBANI
PDP
YA

230
68514466
MOH TONI
PDP
YA

231
98946737
BIBIH IBRAHIM
PDP
YA

232
37560641
NURYULIAS
PDP
YA

233
62469088
SUPARMAN
PDP
YA

234
89293938
FAHROJI KUSUMA W
PDP
YA

235
42094065
SANWAN I
PDP
YA

236
35226802
AHMAD FATHONI
PDP
YA

237
7189506
KHUSAENI
PDP
YA

238
4457285
A JAZILIL MUSTOPA
PDP
YA

239
86115206
ASEP MULYANA R
PDP
YA

240
36162887
ABAY SUBHAN
PDP
YA

241
87368560
SUMOYO
PDP
YA

242
17007250
SYAEPUL HIDAYAT
PDP
YA

243
69274743
ZAINAL MUTTAQIN
PDP
YA

244
63056647
ERNANI SANUYAH
PDP
YA

245
39194045
BUDIMAN NUGRAHA
PDP
YA

246
3926538
DIDISUHAEDI
PDP
YA

247
39991281
IMA NIRMAWATI
PDP
YA

248
39066580
ELIN HERYANI
PDP
YA

249
34348433
BUDIMAN
PDP
YA

250
52279209
AGUS PERMANA
PDP
YA

251
86879762
MUHAMAD NURHOLIS
PDP
YA

252
35027502
EGI IMAM TAUFIQ
PDP
YA

253
26126614
APRIYANI RAHAYU
PDP
YA

254
40540339
ASEP AWALUDIN
PDP
YA

255
63051984
IDAH UMDAH SAFITRY
PDP
YA

256
97794708
AHMAD JAENUDIN
PDP
YA

257
13554818
ADITI
PDP
YA

258
36088550
IPAH MULYANI
PDP
YA

259
97794708
AHMAD JAENUDIN
PDP
YA

260
13554818
ADITI
PDP
YA

261
4978284
DENA SURYANA
PDP
YA

262
8091931
EKA NURWANA
PDP
YA

263
28620939
ABDUL JALIL SE SY
PDP
YA

264
71273975
MUKTAR
PDP
YA

265
14198525
DWI ARI SETIAWAN
PDP
YA

266
16883984
HAERUL ANWAR
PDP
YA

267
73004809
DWI RAHMANTO
PDP
YA

268
38857928
SUMJAYA PRIYATNA
PDP
YA

269
79887474
ADE FIRMANSYAH
PDP
YA

270
90896345
DODI SUGIRI
PDP
YA

271
80549204
RUSMA PERMANA
PDP
YA

272
40900753
ARSAH
PDP
YA

273
92340388
LUDIN SUHAELUDIN
PDP
YA

274
76848249
DEDEN
PDP
YA

275
88657833
SATRIA SUPRIADI
PDP
YA

276
7653494
APENDI
PDP
YA

277
66326960
BAEHAKI
PDP
YA

278
37266297
YUSA SE
PDP
YA

279
86120126
ANGGUN FITHRIADI
PDP
YA

280
72231996
MOHAMAD ROIS
PDP
YA

281
77807125
HANDI KUSNANDI
PDP
YA

282
26459516
DEMIE PALMALIANTIZA
PDP
YA

283
39224116
MAHPUDIN
PDP
YA

284
40219601
ADIN SETIADIN
PDP
YA

285
29825235
CECEP MARJUKI
PDP
YA

286
58130104
APANDI
PDP
YA

287
94013432
TANTY UTAMI EFFENDI
PDP
YA

288
45622611
NAFIRI MUHAMMADI
PDP
YA

289
92628006
YAYAN SUMARNA
PDP
YA

290
49188403
FARID MARUF
PDP
YA

291
81033791
A ANDI
PDP
YA

292
52559422
SUHAEDI
PDP
YA

293
53867300
AMALIA MURNIYATI
PDP
YA

294
40026527
SAEPU IN
PDP
YA

295
40109836
TATANG MUZNI FARID
PDP
YA

296
68514466
MOH TONI
PDP
YA

297
38677019
RATU IR A TRIASTUTI
PDP
YA

298
38677019
RATU IR A TRIASTUTI
PDP
YA

299
86709290
AHMAD FAUJI
PDP
YA

300
39301232
NUR IKHSAN RAMDHANI
PDP
YA

301
40395940
M RARA ARIZONA S
PDP
YA

302
11760872
YUDI SETIAWAN
PDP
YA

303
93143371
AFIFUDIN
PDP
YA

304
2793286
AHMAD NURHIDAYAT
PDP
YA

305
33563452
TAUFIK AKHMAD
PDP
YA

306
7531848
SUPRIYATNA
PDP
YA

307
45066859
ANSYARULLAH
PDP
YA

308
72524842
MOHAMAD MAHFUD
PDP
YA

309
39546356
IMA HUMAIRO SIP
PDP
YA

310
61441649
IING ARIPIN
PDP
YA

311
39066580
ELIN HERYANI
PDP
YA

312
42834556
YANUAR SULISTYO
PDP
YA

313
81782509
DEDY SULAEMAN
PDP
YA

314
75903747
ANI MARYANI
PDP
YA

315
5454146
SANIATUL MARIF
PDP
YA

316
55905825
MUHAMAD SOHARI
PDP
YA

317
48150967
DADANG HIDAYAT
PDP
YA

318
74028888
JAENAL ARIPIN
PDP
YA

319
8033047
FAHRUL ROJI
PDP
YA

320
51395953
NUNUNG SUSILAWATI
PDP
YA

321
46974810
MELYANA RASYIDA
PDP
YA

322
95336679
YELI KUSMAWATI
PDP
YA

323
36025134
YUSUF MUSADAD
PDP
YA

324
15427798
LILIS
PDP
YA

325
34691038
TAKSIM
PDP
YA

326
45538800
MUNAJI
PDP
YA

327
54257342
ADI FERDIANA
PDP
YA

328
11554236
SARMI
PDP
YA

329
81688852
MUHAMAD WAHID JUMAID
PDP
YA

330
18075368
HASAN
PDP
YA

331
23157790
ONO SUTARNA
PDP
YA

332
87940992
MUHAMAD NUHDA
PDP
YA



No
Nomor Peserta
Nama Peserta
Posisi
LULUS
1482
54340007
ANDI BUDI SETYAWAN
PDTI
YA
1487
96280330
KARSITO
PDTI
YA
1492
39023043
HARYANTO
PDTI
YA
1497
46560886
ROBERT EDDY SUSILO
PDTI
YA
1502
22971831
SANNI SLAMET
PDTI
YA
1507
13161166
TUTI HANDAYANI
PDTI
YA
1512
97209324
HERY MUJIYANTO
PDTI
YA
1517
16247839
DAMAR C HYONO
PDTI
YA
1522
4323338
SAWALUDIN
PDTI
YA
1527
78032194
SUYADI
PDTI
YA
1532
19528345
ACHMAD HADI
PDTI
YA
1537
32953614
AGUS SAI
PDTI
YA
1542
50545608
IRAWAN BIHAM
PDTI
YA
1547
68234103
BASUKI RACHMAT
PDTI
YA
1552
56996964
WIYONO WALUYO
PDTI
YA
1557
68046711
AKHLIS ALFA REZANO
PDTI
YA
1562
1546250
DITA SETYO RINI
PDTI
YA
1567
49575763
NAWANG DWI RETNO
PDTI
YA
1572
50545608
IRAWAN BIHAM
PDTI
YA
1577
80898615
DODI WISNU SETIAWAN
PDTI
YA