Jumat, 12 Februari 2016

Transformasi KA Trans Sumatera.

KA memasuki Stasiun

Bayangkan!, perbedaan biaya pembangunan rangkaian Rel KA Trans Sumatera dengan Jalur KA Cepat Bandung-Jakarta. Sama-sama dengan biaya 77 Trilyun. Tetapi, memiliki perbedaan panjang yang luar biasa. Jika KA Cepat Jakarta- Bandung memiliki panjang 142 km. maka, panjang Rell KA Trans Sumatera 1.520 km.

Perbandingannya, 142 : 1.520, atau  berbanding 1 : 11.

Angka ini, semakin mencolok, jika ditinjau lebih detail lagi. Angka jarak 1.520 km, adalah panjang Rel baru yang akan dibangun. Padahal, Rell yang akan direstorasi. Panjangnya bukan main. Maksudnya, beberapa  jalur KA yang dulu sudah mati, segera akan dihidupkan kembali. Seperti, Besitang – Binjai, Sawah Lunto – Padang Panjang dll.

Pertanyaannya, apakah pembangunan jalur Rel KA Trans Sumatera itu, akan memiliki prospek percepatan pengembangan ekonomi yang signifikan? Paling tidak, tidak akan mengalami kerugian, sebagaimana prediksi banyak orang terhadap proyek yang sama, jalur KA Cepat Jakarta-Bandung.

Jawabannya, dengan sangat yakin saya katakan tidak.


Mengapa? Hal inilah yang akan saya uraikan.
Beberapa indikasi percepatan ekonomi yang akan terjadi di Sumatera, antara lain.

Satu, Pembangunan Rell KA ini, meliputi, hampir seluruh wailayah  Sumatera, lintasan yang akan dilewati KA trans Sumatera, adalah daerah-daerah yang memiliki kegiatan ekonomi dengan perkembangan pesat. Pembangunan rel jalur KA itu, akan melintasi, Lhokseumawe-Besitang (248 km), Besitang-Binjai (85 km), Binjai-Medan (20 km), Medan-Rantau Prapat (294), Rantau Prapat-Duri (249 km), Duri-Pekanbaru (90 km), Pekanbaru-Jambi (350km), Jambi-Kertapati (218 km), Kertapati-Prabumulih (90 km), Prabumilih - Tanjung karang (324 km), Muara Enim-Prabumulih (46,4 km), Muara Enim -tanjung karang (312), Muara Kalaban- Padang Panjang (66 km), Padang Panjang- Padang Kota (97 km).

Dua, Dengan total panjang demikian, jika setiap KA mampu berjalan setiap hari dengan tiga kali perjalanan atau empat kali perjalanan. Berapa jumlah truk yang fungsinya dapat digantikan KA? Berapa jumlah kepadatan jalan raya yang dapat dikurangi dengan berkurangnya angkutan truk? Lalu, berapa penghematan bahan bakar setiap hari akibat tidak beroperasinya truk-truk tersebut? Barapa penghematan sebulan? Setahun? Dua puluh tahun?

Tiga, Jika angkutan manusia dapat dilakukan diantara perjalanan angkutan barang, maka, diversifikasi angkutan akan terjadi. berapa banyak mobil angkutan penumpang dapat berkurang dari jalan raya. Akibatnya, berapa dapat berkurangnya kepadatan lalu lintas di jalan raya. Berapa penghematan bahan bakar setiap hari? Sebulan? Setahun? Dua puluh tahun? Berapa penghematan maintenance jalan raya. Demikian juga dengan kendaraan pribadi. Dengan lancarnya angkutan KA akan mempengaruhi keinginan untuk menggunakan klendaraan pribadi. Belum lagi, penghematan bahan bakar yang terjadi dengan lancarnya perjalanan disebabkan berkurangnya jumlah angkutan di Jalan raya.

Empat, Dengan terintegrasikannya, KA tran Sumatera dengan Pelabuhan laut, maka, diharapkan, pelabuhan laut akan bergairah dan hidup. Seperti  Pelabuhan Tanjung Api-Api, Pelabuhan Kuala Tungkal di Jambi, Pelabuhan Kuala Enok di Riau. Selain, pelabuhan-pelabuhan yang sudah eksis selama ini, seperti  Pelabuhan Belawan di Medan dan Pelabuhan Teluk Bayur di Padang. Akibatnya, Toll laut yang digadang-gadang sebagai solusi angkutan barang di masa depan,segera akan menjadi kenyataan. Sekaligus mengurangi beban Pelabuhan Panjang di Lampung yang sudah over loading.

Sesederhana itukah? Tentu saja tidak. Beberapa hal, yang menjadi urgensi untuk dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah masih menunggu untuk dikerjakan segera. Antara lain, pada setiap stasiun, perlu dibangun alat Mobile Crane, sehingga proses naik-turun barang menjadi cepat dan sistimatis. Pembenahan management Stasiun terhadap angkutan barang serta peraturan pemerintah daerah tentang angkutan jalan raya. Seperti Truk yang hanya boleh melakukan perjalanan di jalan raya untuk tujuan dalam kabupaten, tujuan antara pusat industry ke Stasiun atau antara stasiun dengan sentra perdagangan.
Dengan terintegrasinya, jasa layanan KA yang prima, management KA terutama untuk angkutan barang dan Peraturan Pemerintah Daerah untuk angkutan barang dan jasa truk.  Maka kekhawatiran kerugian, sesuatu hal yang mustahil. Dan, percepatan ekonomi akan segera terwujud. Semoga.



Sumber bacaan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar