Selasa, 17 November 2015

Kau Beda Dengan Yang Lainnya



Jika aku takut pada yang lainnya, maka aku akan menghindarinya, sebisa yang dapat kulakukan. Semua akses untuk bertemu dengannya aku putuskan. jalan untuk bertemu dengannya aku hindari. Kalau perlu, aku akan berpindah tempat, berpindah kota lain, atau kalau perlu pindah Negara lain.
Tetapi….
Jika aku takut pada Kau, aku akan menghampiriMu, aku akan menangis di haribaanMu, aku akan bersujud dan mengibakan diriku padaMu, karena aku tahu, Kau tak akan memarahiku, tersebab prilakuku. Selama aku mau takut padaMu. Akan Kulabuhkan semua rasa takutku padaMu.
Jika aku meminta pada yang lainnya, maka mereka akan member. Tetapi, hanya sedikit.  Ketika, aku meminta tambah lagi, mereka akan marah, paling tidak mereka akan menggerutu, mengatakan aku matre, tidak tahu berterima kasih, tidak tahu diuntung. Meminta sesuatu, yang diluar kewajaran dan tidak seimbang jerih payah yang kupersembahkan pada mereka dengan apa yang kuminta dari mereka.
Tetapi….
Jika, aku meminta padaMu, maka Kau akan memberi dengan banyak, sebanyak apa yang aku minta, karena Kau Maha Kaya. Sebanyak apapun, yang kuminta, sebanyak itu pula yang Kau berikan. Semua itu, tidaklah akan mengurangi pundi-pundi KekayaanMu. Kau bukan hanya memberiku makan, pakaian dan uang. Tetapi, Engkau memberiku, udara yang mengandung oksigen secara gratis, memberiku anak yang menyejukkan mata ketika aku memandangnya, memberiku istri yang menyejukkan jiwaku ketika aku berada di dekatnya, memberikanku kedamaian dalam hati, memberikanku kepastian jalan yang aman untuk kulalui, hingga sampai dengan selamat pada titik akhir perjalanan, hingga aku dapat bertemu denganMu.
Jika aku berkeluh kesah pada yang lainnya, mereka mengatakan aku cengeng, akan mengatakan aku lebay, akan mencap diriku lemah. Ada juga mereka yang mau untuk mendengarkan semua keluh kesahku. Tetapi, untuk itu aku harus merogoh kantongku, karena memang mereka mencari hidup dari keluh kesah itu. apakah mereka itu,  paranormal atau psykiater atau apaun namanya. Intinya, mereka melakukan itu karena mengharapkan sesuatu dariku. Tak ada keihklasan yang tulus disitu, tak ada cinta yang tak bertepi disitu.
Tetapi…
Jika aku berkeluh kesah padaMu, Kau akan merangkul aku, Kau akan mendengarkan seluruh keluh kesahku, tak ada cap cengeng yang akan kuterima, sebab aku berkeluh kesah pada Zat yang yang Maha Kuat, Kau tak mengharapkan aku merogoh kantongku, karena Kau Maha Kaya, yang tak butuh kantongku, bahkan kau akan isi pundi-pundi kantongku dengan isi yang penuh, juga pundi-pundi hatiku menjadi penuh dan kaya, sehingga kekayaan hatiku yang telah Kau isi penuh itu, tak akan habis, jika aku berikan pada semua ciptaanMu. Kau janjikan, setitik air mata keluh kesahku, akan mendidingi diriku dari api Neraka.
Ketika teman-temanku membuat perhitungan dengan pengeluarannya, apalagi jika pengeluaran itu, dimaksudkan untuk memberi pada sesama, maka mereka membuat kesimpulan akan menjadikan mereka miskin, membuat hari tua mereka, akan terancam bangkrut. Akhirnya, jadilah mereka pelit, mereka perhitungan, lalu dengan segala cara dilakukanlah untuk mengisi pundi-pundi harta mereka, halal itu baik, tetapi jika halal tidak dapat, harampun boleh, tokh ketika KPK menyentuh mereka, mereka akan tetap kaya ketika mereka telah selesai menamatkan “sekolah” di hotel Prodeo.
Tetapi….
Ketika aku mengadukan padaMu. Tentang, perilaku hitungan-hitungan memberi pada sesama manusia, Kau mengatakan berikan sebanyak-banyak yang aku mampu, karena Kau akan segera menggantinya, bukan sejumlah yang aku keluarkan, tetapi dalam kelipatan sepuluh kali lipat, atau bahkan tujuh ratus kali lipat. Kalau itu janjiMu, lalu pada janji siapa lagi, yang harus kupercaya kecuali janjiMu. Kau katakan, cari saja yang halal-halal, karena yang halal itu, akan Kau sediakan sebanyak yang aku mau, dan akhir dari yang halal itu, akan Kau tambahkan bonus dengan bertemu denganMu kelak di firdaus milikMu.
Ketika aku terpuruk, semua teman-temanku meninggalkan aku. Kau, katakan, jangan bersedih dengan keadaanmu. Ketika, kau sudah ditinggalkan semua temanmu, ketika kau sudah sendiri. Maka, kembalilah padaKu, ketika itu. Maka. Akulah yang akan menjadi temanmu, Akulah yang akan menolongmu. Jika, kau yang akan menolongku, pertolongan siapa lagi yang akan lebih baik pertolongannya selain pertolongan dariMu?
Ketika kau dihinakan, sehingga semua manusia merasa tak sudi lagi mendekat padamu. Maka datanglah kepadaKu, Akulah yang akan memuliakanmu. Jika yang lain semuanya merendahkanmu, jika saja kau mau mendekat padaKu. Maka,  Akulah yang akan meninggikanmu.
Kau memang berbeda dari yang lain…
Kau memang hanya satu, tak ada yang menyerupai.
Kau yang tak bermula dan tak berakhir
Kau yang tidak beranak dan dianakkan
Kau tempat meminta tempat mengadu
Maka, tunjukkanlah aku pada jalanMu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar