Senin, 03 Agustus 2015

Stasiun Rangkas Bitung



Kunjungan Ir. Soekarno ke Stasiun Rangkas Bitung (dok.Pribadi)

Pada sebagian masyarakat DKI banyak yang belum tahu tentang Rangkas Bitung, apalagi tentang  Stasiun Rangkasbitung, gambaran yang mereka peroleh adalah tampilan fisik dari Kereta Api yang masuk ke Stasiun Tanah Abang atau Stasiun Kota, dari kereta api yang datang dari Rangkas Bitung,  karena tampilan fisiknya tidak sebagus KRL Jabodetabek, maka disimpulkan bahwa Rangkas Bitung sama tertinggalnya,  sesuai dengan tampilan KA yang datang tersebut, agar gambaran tersebut proporsional, maka dibuatlah tulisan ini.
Stasiun   Rangkas Bitung, terletak  di Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkas Bitung,Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Stasiun ini berdasarkan catatan dibangun pada tahun 1901, sekaligus satu-satunya Stasiun terbesar di Provinsi Banten.
Pada masa jayanya, stasiun Rangkas Bitung merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Banten. Rangkas Bitung yang ketika itu merupakan kota Industri pertanian sangat bergantung pada kelancaran arus perputaran transportasi untuk membawa hasil perkebunan dan pertanian ke Betawi, dan hal itu bisa diatasi dengan keberadaan stasiun Rangkas Bitung. Sisa-sisa kegiatan pergerakan ekonomi itu sampai kini masih dapat kita jumpai, seperti banyak sayur masyur yang diangkut Kereta Api, termasuk hewan ternak untuk dijual di Jakarta.
view lain Stasiun Rangkas Bitung (dok.Pribadi)
Pada Masa Jepang, dibangun jalur Kereta Api Saketi-Bayah, pelaksanaan pekerjaan pembuatan jalur Kereta Api ini, banyak menelan korban, karena dilakukan dengan cara kerja paksa, pekerjaan yang kelak, dikenal dengan kerja paksa Rhomusa. Karena, Jepang saat itu sangat membutuhkan batubara sebagai sumber energy. Jika pengangkutan Batu Bara dilakukan melalui laut, maka, resiko yang ditempuh sangat besar, mengingat kapal sekutu masih berkeliaran diperairan pulau Jawa. Untuk menghindari hal demikian, dibuatlah kjalur Kereta Api dan ujung perjalanan Kereta Api Saketi-Bayah itu adalah Stasiun Rangkas Bitung, sebelum akhirnya sampai di Jakarta, sayang jalur yang sangat bersejarah itu kini sudah tidak berfungsi lagi.
Emplasemen Stasiun Rangkas Bitung (dok.Pribadi)
Stasiun ini juga pernah mengalami kebakaran yang cukup tragis pada tanggal 11 oktober 2010, pada hari senen pagi jam 01.40 WIB. Hingga pukul 03.30 WIB, sebanyak tujuh gerbong terbakar.
Perkembangan terakhir dari Stasiun Kereta Api Rangkas Bitung sudah mengalami kemajuan pesat. Mengingat arus penumpang yang semakin lama semakin ramai saja. Bahkan pembuatan jalur ganda yang dimulai dari Tanah Abang telah mencapai Stasiun Maja. Ini berarti dalam waktu satu atau dua tahun, jalur ganda Kereta Api yang menghubungkan Jakarta – Rangkas Bitung akan segera selesai.



Suasana dalam KA Rangkas Jaya (dok.Preibadi)
 
Menara Air Stasiun Rangkas Bitung(dok.Pribadi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar