Jumat, 07 Agustus 2015

Rumah Soekarno di Bengkulu



Papan nama roemah Soekarno (dok.Pribadi)

Beruntung Bengkulu pernah menjadi tempat pengasingan Soekarno. Karena, dengan sebab pengasingan itu. Maka, kota Bengkulu, selalu menjadi buah bibir yang akan selalu dibicarakan ketika kita membicarakan Soekarno.
Sebab pengasingan itu pula, first Lady pertama Negara kesatuan Indonesia ini, berasal dari Bengkulu. Di samping tentunya, keunikan-keunikan lain yang dimiliki Bengkulu. Seperti, satu-satunya wilayah di Pulau Sumatera yang pernah di jajah Inggris dan satu-satunya pula daerah di Sumatera yang tidak pernah di jajah Belanda, dalam artian, Belanda datang dengan melalui perdagangan atau peperangan.

Kembali pada jejak Soekarno di Bengkulu, selain Masjid Jamik yang merupakan karya Soekarno di Bengkulu, hal yang paling kita kenal tentang pengasingan Soekarno di Bengkulu, adalah rumah dimana Soekarno tinggal ketika mengalami pengasingan di Bengkulu. Untuk itulah, ketika saya mengunjungi Bengkulu, saya sempatkan untuk mengunjungi rumah tempat Soekarno ketika diasingkan di Bengkulu.

sepeda yang digunakan Soekarno (dok.Pribadi)
Lokasi Rumah Pengasingan Bung Karno itu, terletak di Jalan Jeruk yang sekarang berganti nama menjadi Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Lokasinya di pusat kota, sehingga dengan demikian akan memudahkan kita untuk mengunjungi rumah pengasingan di Bengkulu.

Di rumah Soekarno ini, dapat dijumpai benda peninggalan Beliau, antara lain foto-foto, sepeda asli Bung Karno, kostum tonil Monte Carlo, yang dulu pernah diasuh Soekarno sekaligus dijadikan alat perjuangan untuk mencapai Indonesia Merdeka, perabot raumah tangga, dan buku-buku. Dari apa yang saya lihat, sebagian besar koleksi foto Bung Karno, merupakan  potret atau gambaran aktivitas beliau dalam kesehariannya di Bengkulu, dengan grup sandiwara atau tonil Monte Carlo. Lalu terdapat juga foto-foto Bung Karno bersama Ibu Fatmawati dan sahabat lainnya, yang mengunjunginya selama menjalani pengasingan. 

Tampak Depan Roemah Soekarno di Bengkulu (dok.Pribadi)
Selain koleksi foto, rumah bersejarah tersebut juga menyimpan 303 judul buku yang menjadi bacaan Bung Karno selama pengasingan. Ironisnya ada sebanyak 100 buku sudah tidak bisa dibaca, karena kondisinya sudah usang dimakan usia.
Masa-masa pembuangan yang dialami oleh Soekarno memang penuh warna. Setelah beberapa tahun diasingkan di Ende, yang merupakan pulau kecil dari bagian tanah Nusa Tenggara Timur, Pemerintah kolonial Belanda akhirnya memindahkan Soekarno ke sebuah wilayah terbelakang di Pulau Sumatera, yaitu Bengkulu. Disinilah kemudian Soekarno bertemu dengan Fatmawati, putri seorang tokoh Muhammadiyah Bengkulu. Dari pertemuan-pertemuan Soekarno dengan tokoh Muhammadiyah itu, menjadikan pembuka cakrawala Soekarno dalam mengenal Islam modern, dan dengan perjalanan waktu, akhirnya Soekarno menjadi menantu beliau, dengan menikahnya beliau dengan putri sang tokoh, yakni Fatmawati.
Tampak Belakang Roemah Soekarno (dok. Pribadi)
Bengkulu, tentu tak hanya mempunyai rumah Soekarno saja, sebagai objek wisatanya. Sebagai kota “pesisir”, Bengkulu mempunyai pantai yang indah, yang bernama Pantai Panjang. Konon dahulu Soekarno dan Fatmawati sering berjalan-jalan di pantai ini. Di sepanjang pantai sekarang dapat ditemukan dengan mudah warung-warung yang menyajikan masakan laut. 

Pada Ujung dari areal Pantai Panjang, terdapat sebuah Benteng yang hingga kini masih berdiri dengan kokoh, Benteng itu bernama Benteng Marlborough. Cerita tentang Benteng ini akan saya tulis pada tulisan lain lagi.

Kembali ke Rumah pengasingan Soekarno di Bengkulu, rumah ini memiliki ukuran aslinya adalah 162 m² dengan bangunan 9 x 18 m. Bentuk bangunannya empat persegi panjang. Memiliki halaman yang cukup luas dengan atap berbentuk limas. Pintu utamanya berdaun ganda berbentuk persegi panjang dengan jendela persegi panjang berhias kisi-kisi. Tidak ada catatan pasti kapan ketika rumah ini pertama kali didirikan.  Namun,  diperkirakan dibangun awal abad ke-20.

Tampak Samping Roemah Soekarno (dok. Pribadi)
Awalnya rumah tersebut merupakan milik pengusaha Tionghoa bernama Tan Eng Cian yang bekerja saat itu sebagai penyuplai sembako untuk Pemerintah Hindia Belanda. Sebagai sebuah rumah, pengasingan Soekarno di Bengkulu ini, terlihat sehat dan memenuhi syarat kekokohan tekhnis, kita juga masih dapat melihat ciri rumah Cina dari bangunannya pada lubang angin yang terdapat di atas jendela dan pintu bermotif huruf Cina. Rumah ini kemudian disewa oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menempatkan Bung Karno selama diasingkan di Bengkulu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar