Senin, 03 Agustus 2015

Pantai Anyer……Riwayatmu kini



di tengah, terlihat anak Krakatau (dok. Pribadi)

Siapakah yang tak kenal Anyer? Destinasi tujuan wisata yang sangat dekat dengan Jakarta, Ibu kota Negara tercinta. Siapa juga yang tak tahu dimana tempatnya Anyer? Ketika kita masuk jalan Toll dari Jakarta menuju Merak, hanya dibutuhkan  satu pintu keluar Toll Cilegon, lalu seketika kita telah tiba di Cilegon.dan dibutuhkan satu belokkan saja menuju  Amyer, maka hanya dalam waktu singkat kita telah tiba di Anyer.
Pertimbangan waktu yang singkat, jarak yang tak begitu jauh serta jalan yang relative datar, maka tak aneh, jika Anyer merupakan destinasi yang popular dan pilihan alternative selain daerah  Puncak, ketika musim liburan tiba.
Syarat dengan nilai sejarah.
sisi lain Pantai Anyer (dok. Pribadi)
Ketika kita SD dulu, diceritakan dalam sejarah, cikal bakal jalan yang membentang sepanjang Pulau Jawa, dimulai dari Anyer dan disudahi di Panarukan. Jalan inilah yang dikenal dengan jalan Deandels, sesuai nama Gubernur Jendral pada saat itu yang membuat jalan Anyer-Panarukan.
Pertanyaannya sekarang,  dimanakah titik nol Jalan itu di Anyer sekarang?
Ketika Negara ini sedang berada pada titik nadirnya, karena Soekarno – Hatta di tangkap Belanda. Maka, pucuk pimpinan Negara dipegang oleh pemerintahan Indonesia darurat di Bukittingi. Maka, ditujuklah Syafruddin Prawira Negara sebagai Presidennya, dalam masa Pemerintahan darurat. Syafruddin Prawira, sesuai otobiografinya dilahirkan di Anyer.
view lain dari Pantai Anyer (dok.Pribadi)
Pertanyaannya,  dimanakah rumah tempat Syafruddin dilahirkan itu di Anyer sekarang?
Ketika Dunia gelap hingga seminggu, dikarenakan ada Gunung yang bernama kratau yang meletus. Bahkan, para ahli geologi  mengatakan, akibat yang ditimbulkannya, hingga terjadi perubahan iklim, yang disebabkan dengan meletusnya Krakatau.
Pertanyaannya, dimanakah tempat menyebrang terdekat di Anyer sekarang untuk mencapai anak Krakatau?
Tiga pertanyaan ini, sulit dijawab.  Apalagi,  jika tambah dengan pertanyaan berikutnya.
Beberapa kendala
view lain dari Pantai Anyer  (dok.Pribadi)
Anyer yang hanya berjarak 120 km dari Ibu kota mestinya sangat menjanjikan sebagai daerah wisata, hal ini jika dilihat, hingga kota cilegon asses jalan masih menggunakan jalan Tol. Tetapi  mengapa obyek ini tidak/belum belum menjadi prima tujuan wisata.???
Jawab dari pertanyaan ini, mungkin
Pasir putih Pantai Anyer (dok.Pribadi)
  • Informasi tentang tiga pertanyaan diatas perlu lebih di sosialisasikan lagi. Jika perlu, dinas Pariwisata menyediakan guide untuk mengunjungi daerah atau tempat-tempat yang memiliki nilai  sejarah itu.  Jika seandainya, rumah kelahiran Syafruddin Prawira Negara sudah habis ditelan zaman, maka pada tempat yang diyakinkan dimana sang Presiden itu dilahirkan, dibuat kembali replica rumahnya.
  • Sisi laut Pantai Anyer, tidak ada sisi pantai milik publik yang gratsis dan bisa dinikmati siapa saja sepuasnya. Nyaris, seluruhnya telah dikuasai oleh pemilik modal, mereka yang memiliki hotel dan Bungalow. Jika pun ada, semuanya dikuasai oleh para parkir liar. Tak jarang, untuk memarkirkan kendaraan, pengunjung merasa kecewa, disebabkan biaya parkir yang harus mereka bayar, diluar kebiasaan yang wajar. Mencekik leher. Hingga membuat pengunjung/wisatawan jera.
  • Tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah atau menjadi legenda masyarakat, dikuasai oleh pemilik modal. Sehingga masyarakat awam tidak bebas untuk mengunjunginya. Alangkah indahnya, jika tempat-tempat ini dibebaskan dari kepemilikan perorangan atauperusahaan; misal pantai karang Bolong
  • Asses Jalan yang kurang memadai, masih banyak jalan berlubang dan berkubang air. Sehingga kenyamanan yang diharapkan pengunjung, terganggu dengan kondisi sarana/ prasarana yang rusak.
Semoga dengan pembenahan beberapa hal diatas, Anyer dapat menjadi Icon Wisata Pantai di Banten

1 komentar:

  1. Wah, setuju banget pak ama poin-poin kendala terkait Pantai Anyer. Saya juga pernah ke Karang Bolong, namun karena harga tiketnya menurut saya dan rombongan terlalu mahal, jadinya puter balik nyari pantai lain. Belum lagi kasus harga tembak di tempat-tempat makannya, bikin orang pada kapok maen ke situ deh. Huhu..

    BalasHapus