Senin, 31 Agustus 2015

Kunjungan ke Mesjid Azizi Tanjung Pura Langkat



Mesjid Azizi dari Sisi Utara (dok.Pribadi)

Malam itu, sabtu malam atau malam Minggu, Taman Merdeka Medan yang merupakan alun-alun kota Medan, ramai dengan masyarakat. Alun-alun ini, sangat berbeda ketika saya tinggalkan dua puluh empat tahun silam. Pada sisi depan yang menghadap Kantor Bank Indonesia, berdiri stand jajanan kuliner. Beragam bentuknya, dari yang menyediakan menu tradisional hingga kuliner yang sedang “in” dari Manca Negara. Suasananya yang benar-benar Metropolis.
Disanalah saya duduk malam itu, bersama-sama beberapa teman yang baru pertama kali datang ke Medan. Pembicaraan ngelantur kemana-mana, maklum yang duduk, semuanya pria. Hingga akhirnya, salah seorang teman, bertanya, kemana acara hari minggu besok. Sayang rasanya, jika hanya dihabiskan di rumah, bukankah Medan memiliki destinasi yang perlu untuk dikunjungi.
Penulis Di Depan Papan Nama Mesjid Azizi (dok,Pribadi)
Saya yang kebetulan mengenal Medan, menjadi sasaran untuk menjadi guide sekaligus memberi keputusan destinasi yang akan dikunjungi. Pucuk dicinta ulam tiba. Saya yang belum pernah ber-kunjung ke Mesjid Azizi Langkat, memberikan saran untuk mengunjungi Mesjid Azizi Langkat.
Singkat cerita, pagi minggu itu, kami meninggalkan Medan dengan tujuan mengunjungi Mesjid Azizi Langkat. Sebuah Mesjid dengan sejarah panjang dan bentuk arsitektur yang hingga kini masih menyisakan kekaguman pada pengunjungnya, selain Mesjid Raya Medan.
Dari Medan kami menuju ke kota Binjai, untuk seterusnya menuju kota Langkat hingga akhirnya tiba di Mesjid Azizi. Jarak Medan – Binjai yang hanya dua puluh kilometer, sudah sangat berubah, kemajuan terasa sangat, Binjai yang kini, meski tak sedingin tempo hari, tapi sangat bersih serta rapi. Jalan-jalan mulus dan lebar, tak ada sampah di jalan, berbeda dengan kota Medan yang masih saja kotor. Demikian juga dengan Kota Langkat. Akhirnya, perjalanan dengan jarak sekitar 37 km, kami tempuh dalam waktu dua jam. Maklum, perjalanan ini, sebuah destinasi semata, bukan perjalanan dinas. Waktu bisa kita buat longgar sesuai keinginan.
Mesjid Azizi dari Sisi Timur (dok.Pribadi)
Mesjid Azizi yang terlihat masih Megah ini, dibangun pada tahun 1899M oleh Sultan Langkat, Haji Musa. Selesai pada tahun 1902 M, dan diresmikan oleh Putra Beliau Sultan Abdul Azizi Djalil Rachmat Syah pada tanggal 13 Juni 1902.
Keindahan Mesjid Azizi, menimbulkan inspirasi bagi kerajaan Kedah di Malaysia, hingga ketika Mesjid Zahir di Kedah di Bangun, maka prototype Mesjid Azizi menjadi rujukan, sehingga tidak aneh jika Mesjid Zahir di Kedah dan Mesjid Azizi di Langkat memiliki kemiripan yang nyaris sama.
Mesjid yang berdiri diatas tanah seluar 18.000 meter persegi ini, dibangun atas anjuran Syekh Abdul Wahab Babussalam pada masa pemerintahan Sultan Musa al-Muazzamsyah. Seratus empat puluh Sembilan tahun setelah langkat resmi berdiri sebagai Kesultanan.
Mesjid yang berukuran 25 x 25 m ini, mampu menampung jamaah sekitar 2000 jemaah, dengan aristektur bercorak gabungan antara Timur Tengah dan India, dengan cirri khas  banyak kubah. Ketiga sisi Mesjid, dilengkapi dengan serambi masing-masing di sisi Timur, sisi utara dan sisi selatan. Masing-masing serambi berhubungan langsung dengan koridor di tiga sisi Mesjid serta langsung menuju ke Pintu masuk. Tiang serambi yang berdiri di sisi kiri dan kanannya, berbentuk kuncup bunga. Serambi dan teras Mesjid dilengkapi dengan pilar-pilar lengkung khas Timur Tengah, dihiasi dengan kaligrafi, berbentuk geometris dan ukiran floral.
View lain dari Mesjid Azizi (dok.Pribadi)
Ruang utama Mesjid, dingingnya empat persegi panjang berukuran 20 x 20 m. lantai ruang utama berlapis marmer. Bagian dinding luar ruang utama dihiasi dengan kaligrafi al-Qur’an, hiasan geometris dan floraral.  Dinding bagian dalam ruang utama penuh dengan hiasan, sisi bawahnya dilapisi marmer, sedangkan sisi atasnya dihiasi kaligrafi al-Qur’an. Mihrab pada bagian sisi depan terbuat dari Marmer.
Menara Mesjid terlatak di Timur laut Mesjid dengan ketinggian 60 meter. Bagian bawah menara dilengkapi sebuah pintu. Bagian kedua dihiasi dengan sebuah jendela lengkung pada setiap sisinya. Bagian atapnya berbentuk kubah dengan bulan di puncaknya.
Melihat hal-hal  detail pada Mesjid Azizi, sungguh menimbulkan rasa kagum, mengingat, ketika itu, tekhnologi belum secanggih sekarang.
Pada sisi depan sebelah barat pada Mesjid Azizi, juga dapat kita jumpai makam para Sultan
View Mesjid Azizi dari arah Tenggara (dok.Pribadi)
Langkat, beserta permaisuri dan anak-anaknya. Pada sisi sebelah barat lagi, diluar komplek makam para Sultan, terdapat makam Pahlawan Nasional Indonesia, Tengku Amir Hamzah. Seorang Ningrat dari kesultanan langkat yang menjadi Bupati Langkat pertama, pujangga dan sastrawan, sekaligus cendekiawan yang lahir dari Tanah Melayu langkat.
Pada sisi Timur, diluar komplek Mesjid Azizi, kita juga dapat temui perpustakaan Amir Hamzah, betapa semangat keilmuan masih tetap bergelora di Ranah Melayu Langkat.
Tak terasa, waktu demikian cepat berlalu, selesai ditunaikan sholat Ashar berjamaah di Mesjid Azizi, kamipun meninggalkan Mesjid Azizi Tanjung Pura, Langkat untuk menuju Medan.  Sebuah perjalanan destinasi yang mengesankan telah kami lalui, mengagumi kejayaan masa lalu dengan segala perniknya, sekaligus menyaksikan Nomunen sejarah tentang bagaimana kontribusi Tanah Melayu dalam mengisi keberagaman Indonesia tercinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar