Kamis, 06 Agustus 2015

Jalan-jalan ke Taman Safari Indonesia

Taman Safari Indonesia,  siapa yang tidak kenal? Hanya saja mungkin yang lebih dikenal yang berada di kawasan Puncak, meskipun selain Puncak pada kawasan puncak, masih ada beberapa lagi Taman Safari sejenis, seperti Taman Safari Indonesia II terletak di lereng Gunung Arjuna, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dan Taman Safari III di desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Provinsi Bali.
Pada kesempatan ini, saya hanya akan bercerita tentang Taman Safari 1 yang belokasi di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Puncak. Yang saya kunjungi pada tanggal 29 Agustus 2012 bersama putra semata wayang, kenapa tanggal 29?, karna jika H+2 s/d H+8 berdasarkan cerita teman yang
bertempat tinggal disekitar lokasi ini, pengunjungnya tumplek-plek penuh sesak, maka untuk menghindari hal itulah akhirnya disepakati tanggal 29 Agustus saja.
Mendekati tengah hari kami telah tiba digerbang Taman Safari, dengan disambut dua gading gajah melengkung dengan ujungnya yang saling bersilang, di Taman yang dibangun pada tahun 1980 pada sebuah perkebunan teh yang sudah tidak produktif, Taman  ini menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan  terletak pada ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 - 24 derajat Celsius.
Dengan membayar karcis masuk perorang seratus tiga puluh ribu rupiah, dimulailah pertualangan di Taman Safari ini,  kami  bisa menyaksikan satwa-satwa langsung pada habitatnya, keliling-keliling melihat hewannya secara dekat, atau hewannya sendiri yang mendekati mobil.
Dimulai dari hewan-hewan jinak yang kami lihat, dengan asyiknya satu persatu di abadikan sambil perjalanan terus dilakukan, disini semuanya terasa enjoy dan menyenangkan, hingga ketika kami memasuki tempat hewan buas, pada zona Harimau Sumatera, terjadilah Insiden kecil yang menciutkan nyali, dua ekor Harimau Sumatera mendekati mobil kami, setelah berputar-putar sekitar mobil, salah satunya lama berdiri disebelah pintu tempat saya mengemudi, semua saya lihat agak tegang, pawang yang selalu stand by memberikan instruksi pada kami agar tetap tenang, dan agar segera beranjak jika Harimau sudah agak menjauh, sesuai petunjuk, setelah berjarak sekitar satu setengah meter, maka mobilpun kami gerakkan untuk menjauh, lalu keluar dari Zona Harimau sumatera tersebut.
Ada fenomena yang menarik, pada setiap zona hewan, apakah itu buas atau tidak, jalan aspal yang kami lalui, selalu saja, ada bagian dari jalan itu yang tergenang air. Apa maksud dari semua ini? menurut penjelasan yang saya terima, hal itu guna menghindari stress yang terjadi pada hewan yang berada pada Taman Safari tersebut. Jika kita berada pada zona hewan jinak, maka bau ban kendaraan itu akan merangsang hewan buas. Demikian sebaliknya, Jika dari zona hewan Buas, maka akan menimbulkan stress pada hewan jinak. Untuk menghilangkan bau pada ban yang dimaksud, maka pada jalan di zona yang bersangkutan dialiri air, singkat kata, air yang menggenangi jalan, dimaksudkan sebagai cara mudah mencuci ban kendaraan, hingga bau dari ban kendaraan tersebut menjadi netral.
Jika ingin berpetualang ala Tarzan, bisa juga dengan Elephant Adventure. Disini kita dapat menunggang di atas punggung gajah mengelilingi kawasan TSI selama hampir satu jam. Setiap ekor gajah didampingi oleh pawangnya dan bisa ditumpangi empat orang dewasa,
Gajah ini akan melewati jalan yang berumput, dan melewati arus air sehingga seakan-akan kita merasa seperti Tarzan mengelilingi hutan diatas Gajah. Amazing
Taman Safari ini telah ditetapkan sebagai Obyek Wisata Nasional oleh Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada masa itu, Taman ini juga telah diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990.

Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa waktu telah menunjukan 16.30 ketika kami harus meninggalkan
Taman safari.  Berbeda dengan  ketika datang, ketika kami turun dari Puncak menuju Jakarta, kami terjebak kemacetan, hingga untuk sampai Ciawi dibutuhkan waktu selama dua setengah jam, sebuah perjalanan yang melelahkan, tapi itulah harga yang patut dibayar untuk sebuah obyek wisata yang cukup menyenangkan Taman safari Indonesia.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar