Rabu, 05 Agustus 2015

Di Cibulan ada Zorro



zorro di Cibulan (dok.Pribadi)

Masih ingat Zorro? Pahlawan bertopeng yang selalu siap menolong ketika ada ada musibah, zorro yang legenda Amerika Serikat itu  (dari Negara bagian California), seorang legendaris era tahun 1800-an. Sosok Zorro tidak ada yang mengtahuinya, kecuali istrinya sendiri Elena de la Vega. Ternyata, sosok itu kini muncul di Pemandian kolam pemandian legendaris Cibulan, Kuningan. 

Kolam yang dihuni oleh komunitas ikan kancra itu terletak di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, sekitar 7 kilometer dari Kota Kuningan atau sekitar 28 kilometer dari Kota Cirebon. Dan merupakan obyek tertua di Kabupaten Kuningan dan diresmikan oleh Bupati Kuningan saat itu, yakni R.A.A. Mohamand Achmad. pada 27 Agustus 1939.

Untuk sampai pada obyek wisata Cibulan, pengunjung dapat menggunakan angkutan umum yang tersedia, antara Kuningan dan Cirebon atau menggunakan kendaraan pribadi.  Letak lokasi yang dipinggir jalan dan kondisi jalan yang mulus.  Menjadikan obyek wisata Cibulan mudah untuk dikunjungi.

Ikan Kancra (dok.Pribadi)
Menurut cerita yang berkembang di kalangan Masyarakat Desa Manis Kidul dan Masyarakat Kuningan pada umumnya, ikan Dewa yang ada di kolam Cibulan itu.  konon dahulunya, adalah Prajurit-Prajurit yang membangkang atau tidak setia pada masa Pemerintahan Prabu Siliwangi. Singkat cerita, Prajurit-prajurt pembangkang tersebut kemudian dikutuk oleh Prabu Siliwangi sehingga menjadi ikan. Konon ikan-ikan Dewa ini dari dulu hingga sekarang jumlahnya tidak berkurang maupun bertambah. Apabila kolam dikuras, ikan-ikan ini akan hilang entah kemana. Namun saat kolam diisi air, mereka akan kembali lagi dengan jumlah seperti semula. Terlepas dari benar atau tidaknya legenda itu, sampai saat ini tidak ada yang berani mengambil ikan.  Karena, ada kepercayaan yang berkembang bahwa barang siapa yang berani mengganggu ikan-ikan tersebut, yang bersangkutan akan mendapatkan kemalangan.
Selain  di Cibulan, kolam yang berisi ikan kancra, masih terdapat di kolam Linggar Jati, kolam di Cigugur, di kecamatan Cigugur dan kolam Darma Loka di kecamatan Darma.

suasana dalam pemandian Cibulan (dok. Pribadi)
Di dalam objek wisata ini terdapat dua kolam besar yang berbentuk persegi panjang.
Kolam pertama berukuran 35x15 meter persegi dengan kedalaman sekitar 2 meter. Kolam kedua berukuran 45x15 meter persegi yang dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berkedalaman 60 sentimeter dan bagian kedua berkedalaman 120 sentimeter. Pada kolam kedua ini, banyak digunakan pengunjung untuk mandi-mandi, terutama bagi anak-anak serta ABG, sedangkan bagi yang mahir berenang lebih memilih kolam pertama, karena lebih dalam dan ada papan loncat. dilengkapi pula dengan fasilitas khas tempat pemandian, seperti tempat ganti pakaian, 6 buah kamar kecil dan 2 buah kamar mandi untuk tempat bilas seusai berenang.

Untuk menjaga kebersihan kedua kolam itu rutin dibersihkan, tergantung kebutuhan, bisa dua minggu sekali atau lebih. Di sudut barat pemandian ini juga terdapat tujuh sumber mata air yang bernama Tujuh Sumur. Tujuh mata air ini berbentuk kolam-kolam kecil yang masing-masing mempunyai nama tersendiri, yaitu: Sumur Kejayaan, Sumur Kemulyaan, Sumur Pengabulan, Sumur Cirancana, Sumur Cisadane, Sumur
Zorro dan fan's (dok. Pribadi)
Kemudahan, dan Sumur Keselamatan. Di antara ketujuh sumur itu, konon ada salah satu sumur yang berisikan Kepiting Emas, yaitu Sumur Cirancana. Apabila ada orang yang sedang mujur dan dapat melihat wujud dari Kepiting Emas itu, maka segala keinginannya akan terkabul.
Tak terasa waktu berjalan demikian cepat, tepat pukul lima sore kami pun, meninggalkan obyek Cibulan untuk menuju kota Cirebon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar