Selasa, 11 November 2014

Nisan Makam Mak Nan Tak Bertepi


Nas masih berdiri di geladak Tanker Minyaknya, Diatas langit sana, warna hitam terlihat paripurna. Sempurna hitam pekat. Tak ada satupun bintang tampak, apalagi rembulan, kalau saja, kapal tanker itu tak memiliki penerangan cukup, Nas tak mampu melihat apapun. Bahkan telapak tangannya sekalipun.
Hanya tiupan angin kencang, hempasan air laut yang menghempas dinding kapalnya, begitu keras, sekeras-kerasnya, seakan dinding kapal itu akan robek dibuatnya. Tak ada belas kasih disitu, seolah hanya kemarahan laut yang ada, kalau saja dinding kapal itu tak terbuat dari baja, tak tahulah apa yang akan terjadi.