Laman Utama

Minggu, 01 Mei 2016

Resensi Buku “Hidup Yang Lebih Berarti” Sosok Inspiratif untuk Dayakan Indonesia

Buku  "Hidup Yang Lebih Berarti" Penerbit PT. Elex Media Komputindo (dok.Pribadi)
Pagi itu, jam baru saja menunjukan pukul Sembilan, tanggal 21 April 2016, ketika saya tiba di Kantor Pusat Bank BTPN yang beralamat di Menara Bank BTPN, lt 27. SCBD Mega kuningan. Setelah rehat sejenak, maklum perjalanan panjang yang saya lakukan untuk sampai di tempat yang saya tuju itu, cukup jauh. Dari sebuah kecamatan kecil di Ujung Banten Selatan yang berbatasan dengan Sukabumi. Untuk sampai di Serang saja, saya membutuhkan waktu empat jam, lalu Serang–Jakarta membutuhkan waktu 2 Jam, ditambah setengah jam untuk mencari alamat yang dituju. Saya yang berangkat jam dua belas tiga puluh malam dari rumah, Alhamdulillah…jam Sembilan pagi sampai dengan selamat di alamat yang saya tuju.
Tujuannya jelas, mengikuti acara bedah buku “Hidup yang lebih berarti” sosok Inspiratif untuk dayakan Indonesia. Alasan saya ngotot untuk mengikuti acara bedah buku “Hidup yang lebih berarti” karena, ada keterikatan emosi antara buku yang akan di bedah dengan saya. Saya salah satu, diantara dua puluh Blogger yang tulisannya disertakan dalam buku “Hidup yang lebih berarti”.

Jumat, 29 April 2016

Marwan atau Budiman, Gak Penting



Sebenarnya sudah lama, saya ingin menulis  tentang kisruh Pendamping Desa -PD- pada Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi. Tetapi selalu saja saya tunda. Mengapa? Karena, makin lama, nuansa politik yang menyelimuti kasus ini, makin kental. Padahal, yang diharapkan oleh mereka yang terlibat, terutama pada PD, jauh dari itu. Mereka tak hiraukan soal politik itu. Bagi mereka yang kini disebut PD, adalah, bagaimana membangun Desa, bagaimana kepastian status mereka, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang. Untuk tujuan itulah maka, tulisan ini dibuat.

Sejak lama sudah bermasalah.
Berbicara tentang Pendamping Desa, tidak dapat dilepaskan dengan PNPM. Program yang diklaim sebagai program terbaik pada era SBY. Tetapi, begitu Jokowi menggantikan SBY. Dengan hanya selembar “Email”, program yang sudah berjalan selama 7 tahun pun tamat. Tanpa pesangon dan tanpa evaluasi. Sementara leading sektor yang selama ini berada di Kementrian Dalam Negri, dipindahkan ke Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi.
Buku "Catatan kecil, Perjalanan PNPM-MPd" (dok.Pribadi)

Rabu, 27 April 2016

HBD, Apaan Sih?



Beberapa hari ini, saya kok dihinggapi rasa galau, hehehe… kayak anak abg saja. Sebabnya apa? Itulah yang jadi masalahnya, saya tak tahu sebab pastinya. Sore itu saya mengajak anak isteri saya ke laut, kegiatan yang sebenarnya sangat rutin saya lakukan. Karna, hampir tiap minggu, hal itu saya lakukan.
Jangan pembaca pikir. Karena, saya banyak duit, hingga dapat ke pantai hampir tiap minggu, bahkan kadang bisa, seminggu dua kali.  Sebab, untuk ke pantai, dengan roda empat hanya dibutuhkan bensin satu liter pergi-pulang, tanpa biaya parkir dan biaya kuliner, secangkir kopi, secangkir teh manis dan satu botol teh botol serta beberapa potong gorengan, jika ditotal harganya, paling besar dua puluh ribu.

Sabtu, 13 Februari 2016

La Dan Ron

Ketika Laron Mengerubungi Api
Selazimnya bulan Januari, Februari dan Maret. Hujan turun hampir setiap hari. Hanya dalam hitungan jari sebelah tangan saja, hari-hari tanpa hujan. Kadang lebat, tak jarang, sepanjang hari hujan dengan rinai yang tiada henti dengan angin kecil yang menyertainya. Tak jarang, hujan lebat yang tiada henti itu membawa bencana banjir.
Itulah ironis negri ini, air jadi bahan langka ketika kemarau, untuk menjangkaunya, perlu perjuangan tersendiri, terkadang, mereka berebut air telaga bersama ternak yang digembala, dibagian lain, sebagian warga dipaksa menghirup asap yang tak berkesudahan. Berminggu, berbulan tanpa tahu kapan selesai, kecuali ketika hujan tiba.
Kini hujan telah tiba, sebagian dari kita tak dapat mencari nafkah, karena longsor terjadi dimana-mana, sungai meluap, menjadikan banjir, merendam segalanya. Sebuah Ironis negri yang bernama Indonesia.