Laman Utama

Selasa, 28 Juli 2015

Biarlah Tulisan Itu Mengikuti Takdirnya


Jika ada tiga orang yang perlu mendapatkan apresiasi dalam gaya menulis, menurut saya pribadi, maka tiga orang itu adalah WS Rendra, Buya Hamka dan Thamrin Dahlan. Kebetulan ketiga orang yang saya apresiasi itu, memiliki benang merah antara ketiganya.
WS Rendra, dalam sebuah kesempatan, menulis, Jika ada orator terbaik di Indonesia, yang mampu membuat audiencenya terpaku, lalu mengikuti segala tetek bengek uraiannya dalam berorasi, maka orang pertama itu, Ir Soekarno. Lalu, orang kedua itu, Buya Hamka.
Masih menurut  Rendra, Soekarno dengan pidatonya yang gagah berani, mampu memukau dan menggerakkan audience untuk mengikuti apa yang dipidatokannya, sementara Buya Hamka, dengan kefasehan dalam bersasatra yang diejawantahkan dalam orasi, mampu memukau apa yang diceramahkannya. Dua-duanya, mampu meninggalkan kesan mendalam pada audience, hingga tak sedikit, mereka mampu, mengulangi kata perkata dari apa yang telah dipidatokan, baik oleh Soekarno maupun oleh Buya Hamka.

Minggu, 26 Juli 2015

Cerita Sekitar Bahasa


Gayatri  Dwi Wailissa baru saja berpulang keharibaanNya, kehilangan yang tak hanya dirasa oleh anggota keluarga, melainkan oleh seluruh anak bangsa. Remaja yang disebut anak ajaib ini, memang luar biasa. Menguasai empat belas bahasa dunia. Kemampuan yang perlu dapat acungan jempol. Kemampuan yang menginspirasi remaja lain, untuk bisa mengikuti jejaknya.
Bahasa menunjukkan bangsa.  Demikian pepatah yang memiliki multi tafsir. Bahasa yang digunakan menunjukkan sifat dan karakter bangsa penggunanya. Cara  menggunakan bahasa menunjukkan pribadi si pemakai bahasa itu, hingga rasa bahasa tidak selalu dapat dialih bahasakan ke dalam bahasa lain.

Perjamuan Di Gerbang Pertama


Silaturahmi, memperpanjang umur dan menambah rezeki, demikian kata yang sering saya dengar. Kata-kata  yang dua ratus persen benar. Hasil silaturahmi saya malam itu membuahkan rezeki ilmu yang ingin saya bagikan pada pembaca semua.
Malam itu, kami membahas fenomena orang dekat pada Allah dengan segala kelebihan yang mereka miliki, entah itu kemampuan terawangannya, kemampuan menaklukan makhluk halus dan Jin,  serta kemanjuran do’a-do’anya yang mereka panjatkan. Do’a mereka selalu terkabul, bahkan sebelum mereka berdo’a mereka sudah yakin akan makbulnya do’a yang akan mereka baca. Seakan, Allah tunduk akan keinginannya.
Kok…. Allah bisa tunduk dengan keinginannya? Tanya salah satu teman diskusi.

Sabtu, 25 Juli 2015

Perjalanan Terakhir Bagas


Selamat Tahun baru dik Mini. Seperti biasa, ketika kita memasuki tahun baru, kita selalu mengharapkan sesuatu yang baru. Sesuatu yang lebih baik. Sesuatu yang memberikan makna lebih. Minimal lebih baik dari tahun sebelumnya.
Masih ingatkah dik Mini, di alun-alun kidul dulu, ketika Mas memberanikan diri, meminta dik Mini untuk menemani Mas, untuk melewati hari-hari esok, sepanjang masa, selama hayat dikandung badan. Mengarungi bahtera rumah tangga kita. Menghadang badai gelombang yang kelak, bisa saja menghadang bahtera rumah tangga kita, atau melewati jalan setapak, yang mungkin saja penuh onak dan duri. Hingga akhirnya, bahtera rumah tangga kita selamat hingga tepian tanah tujuan. Tanah harapan kita, yang disana kelak, kita akan hirup dan mereguk kebahagiaan itu sekuat kita dapat mereguk, semampunya kita dapat menikmati bahagia. Syurga sesungguhnya yang dapat kita ciptakan dan nikmati bersama.