Sabtu, 09 Desember 2017

Playboy Bodrek

Selalu saja ada kata tidak sepakat diantara kita dalam menilai suatu hal, apapun itu, bagi sebagian orang aneh. Namun, untuk sebagian yang lain, justru kondisi begitu, kondisi yang ideal. Memang seharusnya begitu.  Tak aneh.
Misalnya keanehan tentang soal cinta. Bagaimana Hendra yang sudah berumah tangga mendekati seperempat abad itu, selalu saja disibukkan dengan cinta, cinta pada orang yang sama, cinta yang menyita hari-harinya untuk berbuat yang terbaik untuk orang yang dicintai. Cinta itu, pada istrinya,  Ratih.
Meski, tentunya ada cinta-cinta yang lain. Namun, semua itu, tak sebesar cinta pada Ratih. Cinta pada pekerjaan, pada karya-karya seni yang dia geluti serta cinta para fans pada beberapa even pameran yang Hendra gelar.

Selasa, 05 Desember 2017

Untuk Edo, Kapan Mak Tak Siap?

Hari belum sepenuhnya malam, baru menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Sejak siang tadi Jakarta diguyur hujan, sudah dua hari ini Jakarta diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Proyek tempat Edo kerja sudah berubah menjadi kolam besar, semua permukaan tergenangi air. Tak ada aktifitas yang dapat dilakukan, kecuali menyedot air keluar area proyek. Pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mekanik. Dan itu artinya, tak ada pekerjaan yang dapat Edo kerjakan.
Jam dua, hampir seluruh karyawan pulang, termasuk Edo, kecuali mekanik dan satpam. Mekanik mengeluarkan air keluar areal proyek dan satpam mengamankan areal proyek.
Namun, pulang cepat bukan berarti Edo segera tiba di rumah. Macet disebabkan spot-spot banjir dibeberapa tempat, membuat segalanya berubah. Kemacetan mengular kemana-mana, hingga perjalanan pulang yang biasanya hanya butuh satu setengah jam, malam itu butuh waktu tujuh jam, hingga Edo tiba di rumah jam Sembilan lewat. Luluh lantak rasanya badan Edo, lelah secara fisik karena macet dan lelah pshykis akibat terjebak dalam antrean panjang hingga tiba rumah.

Senin, 04 Desember 2017

Pesantren At-Thoyyibah Indonesia (Kasus Berbisnis Dengan Allah)

Pondok Ath-Thoyyibah (dok.Pribadi)
Siang ini saya menerima kabar, jika ada masalah pada fisik Pesantren At-Thoyyibah Indonesia, Pinang Lombang. Rantau Prapat. Aula yang sedang dikerjakan, mengalami kendala penyelesaian karena kekurangan dana. Kondisi yang memprihatinkan.
Mengapa? Karena saya tahu, alumnus pesantren ini, sudah jadi orang-orang sukses. Pengetahuan yang saya yakini, sebagai sebuah kebenaran yang tak diragukan lagi –haqul yakin-. Sebabnya, beberapa diantara mereka, saya kenal, bahkan sejak mereka jadi santri dulu. Diantaranya ada yang jadi anggota dewan yang terhormat, jadi ketua satpol PP, jadi pengusaha sukses dan tak sedikit sudah S2 bahkan ada yang S3.
Lalu, apa hubungan antara alumni yang sukses dengan kondisi pondok pesantren yang memprihatinkan? Tempat mereka dulu menimba ilmu. Untuk itulah tulisan ini saya buat.
Untuk bicara pada alumnus yang nota bene, kini  memiliki ilmu pengetahuan luas, cara berpikir yang sudah maju, dan kemampuan analisa yang mumpuni. Saya tidak ingin mengkajinya dengan menafsirkan ayat dan hadist. Untuk kasus ini, para alumnus lebih mumpuni dari ilmu yang saya miliki.

Jumat, 01 Desember 2017

Management Jamaah Sholat Jum’at

Ilustrasi posisi Jamaah (dok.Pribadi)

Siang tadi, saya melaksanakan sholat Jum’at di Mesjid besar di lokasi tempat tinggal saya. Jamaah yang mengikuti sholat Jum’at begitu membludak. Ketika khatib naik mimbar, saya melihat, banyak Jamaah yang duduk diluar Mesjid, ada yang berdiri si beranda Mesjid, ada yang ngobrol sesama mereka. Sebuah kondisi yang sungguh sangat memprihatinkan.
Saya berpikir, begitu banyak dosa yang dipikul oleh pengurus Mesjid –Marbot-. Ingat, sekali dosa yang dipikul oleh pengurus Mesjid. Mengapa? Karena, tak ada amal sholat Jum’at bagi mereka yang ngobrol sesama Jamaah ketika khatib naik mimbar.
Mengapa Jamaah yang ngobrol sesama mereka, kok pengurus Mesjid yang berdosa? Ingat, kesalahan bukan hanya pada pelaku, melainkan juga, karena kondisi yang memungkinkan untuk terjadinya kejahatan itu. Dalam kasus ini, pengurus Mesjid tidak menyediakan ruangan yang cukup hingga Jamaah tumpah keluar Mesjid.